Erdogan Minta Negara-negara Muslim Bersatu Menghadapi Israel

Sabtu, 19 Mei 2018 - 06:57 WIB
Erdogan Minta Negara-negara...
Erdogan Minta Negara-negara Muslim Bersatu Menghadapi Israel
A A A
ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta para pemimpin negara Muslim untuk bersatu dan menghadapi Israel. Seruan itu muncul setelah puluhan warga Palestina dibunuh oleh sniper Israel dalam demo menandai 70 tahun pendudukan Israel atau Hari Nakba.

Berbicara di konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) hari Jumat, Erdogan mengatakan Israel harus bertanggung jawab atas pembunuhan puluhan demonstran Palestina di Gaza.

"Mengambil tindakan bagi orang Palestina yang dibantai oleh bandit-bandit Israel adalah demi menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa umat manusia tidak mati," kata Erdogan kepada kelompok pemimpin Muslim yang berkumpul di Istanbul.

Presiden Turki menggambarkan pembunuhan pasukan Israel terhadap warga Palestina sebagai aksi premanisme, kekejaman dan teror. Dia juga menyalahkan pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel yang turut memicu kemarahan warga Palestina.

Pada hari Senin lalu, tepat ketika AS merelokasi kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, 62 orang Palestina, termasuk lima anak-anak, tewas oleh tindakan pasukan Israel. Selain itu, lebih dari 2.700 orang terluka.

Para korban rata-rata terkena tembakan peluru tajam dan gas air mata dari pasukan Israel. Korban berjatuhan di wilayah perbatasan Gaza dan Israel.

KTT OKI di Istanbul dihadiri oleh beberapa kepala negara. Namun, Arab Saudi, tuan rumah OKI, hanya mengirim seorang pejabat senior kementerian luar negeri. Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) juga hanya mengirim menteri level rendah.

Berbicara di konferensi itu, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani memandang Palestina sebagai simbol orang tertindas."Palestina "telah menjadi simbol bagi orang-orang yang tertindas di mana-mana," kata Sheikh Tamim yang mengutuk Israel karena "pembantaian brutal" terhadap para demonstran.

"Siapa di antara kita yang tidak tahu pengepungan yang diumumkan di Jalur Gaza dan hukuman kolektif terhadap penduduknya?," ujar Emir Qatar tersebut, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (19/5/2018).
(mas)
Berita Terkait
Palestina: Liga Arab...
Palestina: Liga Arab dan OKI Dibubarkan, Tak Akan Pernah Bertemu
DPR Minta Indonesia...
DPR Minta Indonesia Inisiasi KTT Luar Biasa OKI Sikapi Serangan Israel ke Palestina
Turki: Rencana Israel...
Turki: Rencana Israel Caplok Wilayah Palestina akan Timbulkan Krisis Lanjutan
Ingin Ringankan Beban,...
Ingin Ringankan Beban, Oki Setiana Dewi Datangi Kedubes Palestina
Negara-negara Arab dan...
Negara-negara Arab dan OKI Kutuk Serangan Israel di Tepi Barat
Turki: Langkah Ekspansionis...
Turki: Langkah Ekspansionis Israel Melanggar Hukum Internasional
Berita Terkini
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
33 menit yang lalu
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
43 menit yang lalu
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
1 jam yang lalu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
2 jam yang lalu
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
3 jam yang lalu
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved