Pelapor Khusus PBB: Tindakan Israel di Gaza Kejahatan Perang

Rabu, 16 Mei 2018 - 10:20 WIB
Pelapor Khusus PBB:...
Pelapor Khusus PBB: Tindakan Israel di Gaza Kejahatan Perang
A A A
NEW YORK - Pelapor khusus HAM PBB untuk wilayah Palestina, Profesor Michael Lynk, mengutuk penggunaan kekuatan berlebihan Israel terhadap para demonstran di Gaza. Ia pun mengungkapkan ketakutannya bahwa jumlah korban akan meningkat kecuali Israel menegakkan kewajibannya di bawah hukum HAM internasional dan hukum humaniter internasional.

Sebanyak 61 demonstran Palestina tewas dan hampir 2.800 lainnya terluka dalam bentrokan berdarah dengan militer Israel di perbatasan Jalur Gaza pada Senin kemarin.

"Penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh Israel ini - mata digantin dengan mata - harus berakhir, dan harus ada pertanggungjawaban yang benar bagi mereka dalam komando militer dan politik yang telah memerintahkan atau mengizinkan pasukan ini untuk sekali lagi dipekerjakan di pagar Gaza," ujarnya.

“Saya harus menegaskan kembali bahwa hukum hak asasi manusia internasional menetapkan larangan keras terhadap penggunaan kekuatan oleh aparat penegak hukum," imbuhnya.

"Kekuatan mematikan terhadap demonstran dilarang kecuali benar-benar tidak dapat dihindari dalam kasus ancaman langsung terhadap kehidupan atau ancaman cedera serius. Pembunuhan para demonstran yang melanggar aturan-aturan ini, dan dalam konteks pendudukan, mungkin merupakan pembunuhan yang disengaja, pelanggaran berat Konvensi Jenewa Keempat, serta kejahatan perang,” tegasnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (16/5/2018).

Lynk juga menyatakan keprihatinan mendalam pada ketidaksukaan yang jelas pasukan Israel untuk hak kebebasan berekspresi dan berkumpul.

“Hak-hak dasar ini milik semua orang, dan mereka harus diizinkan untuk menjalankannya dalam batas yang masuk akal," ujarnya.

"Tampaknya tidak ada bukti persuasif bahwa penggunaan layang-layang yang mudah terbakar, melempar batu atau bom Molotov, atau tindakan lain yang dilaporkan dilakukan oleh sejumlah kecil demonstran menunjukkan ancaman mematikan yang membenarkan kekuatan yang digunakan oleh militer Israel,” terangnya.

Puluhan ribu warga Gaza berkumpul di sepanjang pagar dan terus berdemonstrasi untuk memprotes pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem. Mereka juga terus menyerukan hak untuk kembali ke rumah mereka, dan untuk meminta diakhirinya situasi kemanusiaan yang tidak layak di Gaza yang disebabkan oleh blokade 11 tahun Israel.

Laporan terbaru mengatakan bahwa 112 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 12.000 orang terluka sejak demonstrasi dimulai pada 30 Maret lalu.

Lynk mengulangi seruannya kepada komunitas internasional, melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk melakukan penyelidikan independen dan tidak memihak terhadap pembunuhan ini, serta yang telah terjadi dalam konteks demonstrasi ini sejak 30 Maret.

“Impunitas untuk tindakan ini bukanlah pilihan. Keadilan bagi para korban harus menjadi prioritas bagi masyarakat internasional,” tegasnya.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
51 menit yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
1 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
2 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
3 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
3 jam yang lalu
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
4 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved