Mahathir: Saya Jadi Perdana Menteri Hanya 2 Tahun

Selasa, 15 Mei 2018 - 15:11 WIB
Mahathir: Saya Jadi...
Mahathir: Saya Jadi Perdana Menteri Hanya 2 Tahun
A A A
TOKYO - Perdana Menteri Malaysia yang baru terpilih, Mahathir Mohamad, mengatakan ia mungkin menjadi perdana menteri selama dua tahun. Selanjutnya ia akan mengundurkan diri dan mengambil peran di latar belakang bahkan setelah ia mengundurkan diri.

Mahathir (92) juga mengatakan politisi reformis dan mitra koalisi, Anwar Ibrahim, akan dibebaskan dari penjara pada hari Rabu.

"(Dalam) tahap awal, mungkin berlangsung satu atau dua tahun, saya akan menjadi perdana menteri," kata Mahathir pada konferensi Wall Street Journal di Tokyo melalui tautan video dari Malaysia.

"Saya akan memainkan peran di latar belakang bahkan ketika saya mengundurkan diri," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (15/5/2018).

Mahathir menambahkan bahwa Anwar, setelah pembebasannya, harus mendapatkan kursi di parlemen dan kemudian akan diberikan jabatan kabinet. Ia akan memainkan peran yang sama dalam koalisi sebagai pemimpin dari tiga partai lainnya dalam aliansi itu.

Sebagaimanan diketahui, Mahathir bisa menyingkirkan Najib Razak dari kursi Perdana Menteri setelah berkoalisi dengan empat partai.

“Saya berharap dia memainkan peran yang sama dengan para pemimpin dari tiga pihak lainnya. Tidak akan ada kekuatan khusus yang diberikan kecuali diberikan kepada menteri atau wakil menteri atau wakil perdana menteri,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa dia akan membuat keputusan akhir tentang pos di kabinet.

Mahathir memecat Anwar sebagai wakil perdana menteri pada 1998. Anwar kemudian memulai sebuah gerakan yang dikenal sebagai 'Reformasi' untuk mengakhiri pemerintahan berbasis ras dan patronase yang berkuasa. Namun, jejaknya dihentikan dengan tuduhan sodomi dan korupsi yang dibantahnya. Akan tetapi ia tetap dipenjara.

Anwar kembali dipenjara pada tahun 2015, ketika Najib Razak menjadi perdana menteri, kembali dengan tuduhan sodomi. Anwar dan pengikutnya menyebut tuduhan tersebut mempunyai motivasi politik untuk mengakhiri karirnya.

Saat ditanya tentang kemungkinan pengusutan kasus yang melibatkan Najib Razak, Mahathir mengatakan kemungkinan dalam waktu singkat pemerintah Malaysia akan mengajukan kasus yang bisa menjerat pendahulunya itu.

Popularitas Najib menurun tajam selama tiga tahun terakhir, sebagian karena skandal mengenai 1Malaysia Development Berhad (1MDB), di mana dana miliaran dolar milik negara disedot.

Mahathir pernah menjadi mentor Najib tapi dia mantan partai yang berkuasa atas urusan 1MDB dan bergabung dengan oposisi.

Najib, yang adalah ketua dewan penasehat 1MDB, menyangkal melakukan kesalahan dan dia telah dibebaskan dari pelanggaran apa pun oleh jaksa agung Malaysia.

Mahathir mengatakan bahwa apakah Najib akan menjalani hukuman di penjara akan bergantung pada hasil penyelidikan.

"Jika tidak ada kasus, kami tidak pergi untuk ditahan tanpa pengadilan," katanya.

Mahathir juga mengatakan dia menyambut investasi asing langsung di Malaysia oleh China dan negara-negara lain, tetapi investasi tersebut harus mendatangkan modal dan teknologi dan menyediakan pekerjaan bagi orang Malaysia.

Dia juga menyarankan perlunya membatasi imigrasi.

"Setiap negara ingin menahan imigrasi yang datang dalam jumlah besar," katanya.

"Kami memiliki masalah yang sama. Kami perlu membatasi imigrasi dan menerima jumlah tertentu yang bisa kami tangani," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
51 menit yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
1 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
2 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
3 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
3 jam yang lalu
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved