Dicopot Mahathir, Jaksa Agung 'Pembebas' Najib dari Skandal 1MDB Nekat Ngantor
Senin, 14 Mei 2018 - 16:52 WIB
Dicopot Mahathir, Jaksa Agung 'Pembebas' Najib dari Skandal 1MDB Nekat Ngantor
A
A
A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad telah mencopot Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali yang pernah membersihkan Najib Razak dari skandal korupsi di lembaga keuangan negara 1MDB. Namun, Apandi tetap nekat masuk kantor pada hari Senin (14/5/2018).
Saat menjadi PM Malaysia, Najib Razak pernah terseret skandal korupsi di lembaga keuangan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Aliran dana dari 1MDB sebesar USD700 juta pernah terdeteksi masuk ke rekening pribadi Najib.
Namun, Apandi memutuskan Najib bersih dari tuduhan dalam kasus skandal korupsi tersebut. Aliran dana ratusan juta dollar Amerika Serikat (AS) dinyatakan sebagai sumbangan dari Arab Saudi.
"Ya, benar. Bahkan sekarang saya di kantor melakukan pekerjaan normal saya," kata Apandi yang mengonfirmasi bahwa dia tetap masuk kerja, meski PM Mahathir telah menunjuk seorang pengganti Jaksa Agung.
Mahathir pada hari ini memerintahkan Apandi untuk meninggalkan kantor Jaksa Agung. Selanjutnya, Apandi akan menjadi salah satu pejabat yang akan diselidiki terkait kasus skandal korupsi 1MDB yang kini dibuka kembali.
"Ketika dia pergi, Jaksa Agung Muda akan mengambil alih pekerjaannya dan akan melanjutkan pekerjaannya," ujar Mahathir dalam konferensi pers di Perdana Leadership Foundation, yang dikutip The Star.
Ditanya apakah Apandi sedang diselidiki, Mahathir mengatakan laporan polisi harus terlebih dahulu diajukan sebelum penyelidikan bisa dilakukan.
"Kami membutuhkan dasar untuk penyelidikan. Pada saat ini, kami belum mengajukan laporan resmi, meskipun ada banyak tuduhan terhadap Apandi," kata Mahathir.
"Kami butuh laporan dan berdasarkan itu, kami akan melakukan penyelidikan penuh," ujarnya.
"Ketika penyelidikan dilakukan, tindakan dapat diambil, termasuk untuk menangguhkan Jaksa Agung atau tindakan lain, termasuk melarang dia bepergian ke luar negeri," papar PM ketujuh Malaysia ini.
Mahathir yang berkuasa lagi di Malaysia setelah faksi politiknya, koalisi Pakatan Harapan, menang pemilu Malaysia Rabu lalu. Pakatan Harapan mengalahkan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak.
Sejak dilanti sebagai PM Malaysia, Mahathir berjanji membersihkan koruptor dari negaranya. Dia bahkan memastikan sejumlah kepala lembaga tinggi akan dicopot dan skandal korupsi 1MDB akan dibuka lagi.
PM tertua di dunia ini menegaskan bahwa tindakannya bukan sebagai balas dendam terhadap Najib, namun semata-mata untuk penegakan hukum.
Saat menjadi PM Malaysia, Najib Razak pernah terseret skandal korupsi di lembaga keuangan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Aliran dana dari 1MDB sebesar USD700 juta pernah terdeteksi masuk ke rekening pribadi Najib.
Namun, Apandi memutuskan Najib bersih dari tuduhan dalam kasus skandal korupsi tersebut. Aliran dana ratusan juta dollar Amerika Serikat (AS) dinyatakan sebagai sumbangan dari Arab Saudi.
"Ya, benar. Bahkan sekarang saya di kantor melakukan pekerjaan normal saya," kata Apandi yang mengonfirmasi bahwa dia tetap masuk kerja, meski PM Mahathir telah menunjuk seorang pengganti Jaksa Agung.
Mahathir pada hari ini memerintahkan Apandi untuk meninggalkan kantor Jaksa Agung. Selanjutnya, Apandi akan menjadi salah satu pejabat yang akan diselidiki terkait kasus skandal korupsi 1MDB yang kini dibuka kembali.
"Ketika dia pergi, Jaksa Agung Muda akan mengambil alih pekerjaannya dan akan melanjutkan pekerjaannya," ujar Mahathir dalam konferensi pers di Perdana Leadership Foundation, yang dikutip The Star.
Ditanya apakah Apandi sedang diselidiki, Mahathir mengatakan laporan polisi harus terlebih dahulu diajukan sebelum penyelidikan bisa dilakukan.
"Kami membutuhkan dasar untuk penyelidikan. Pada saat ini, kami belum mengajukan laporan resmi, meskipun ada banyak tuduhan terhadap Apandi," kata Mahathir.
"Kami butuh laporan dan berdasarkan itu, kami akan melakukan penyelidikan penuh," ujarnya.
"Ketika penyelidikan dilakukan, tindakan dapat diambil, termasuk untuk menangguhkan Jaksa Agung atau tindakan lain, termasuk melarang dia bepergian ke luar negeri," papar PM ketujuh Malaysia ini.
Mahathir yang berkuasa lagi di Malaysia setelah faksi politiknya, koalisi Pakatan Harapan, menang pemilu Malaysia Rabu lalu. Pakatan Harapan mengalahkan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak.
Sejak dilanti sebagai PM Malaysia, Mahathir berjanji membersihkan koruptor dari negaranya. Dia bahkan memastikan sejumlah kepala lembaga tinggi akan dicopot dan skandal korupsi 1MDB akan dibuka lagi.
PM tertua di dunia ini menegaskan bahwa tindakannya bukan sebagai balas dendam terhadap Najib, namun semata-mata untuk penegakan hukum.
(mas)