Bantu Damaikan Afghanistan, Indonesia Merasa Terhormat
Jum'at, 11 Mei 2018 - 14:45 WIB
Bantu Damaikan Afghanistan, Indonesia Merasa Terhormat
A
A
A
BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia merasa terhormat bisa dipercaya sebagai lokasi pertemuan tiga arah ulama Indonesia-Afghanistan-Pakistan di Bogor. Pertemuan ulama tiga negara ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan perdamaian di Afghanistan yang difasilitasi Indonesia.
“Indonesia berkomitmen memfasilitasi peran konstruktif ulama. Pertemuan trilateral ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya Indonesia dalam mengedepankan para ulama. Indonesia sungguh merasa terhormat mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah," kata Jokowi pada Jumat (11/5/2018).
Menurut Jokowi, mencapai perdamaian, terlebih perdamaian yang abadi, tidaklah mudah. Untuk mewujudkannya membutuhkan peran para ulama, karena mereka merupakan para sosok yang didengar oleh umat.
"Kami tahu, jalan menuju perdamaian tidaklah mudah. Namun sebagai orang beriman, kami juga yakin pertolongan Allah itu sangat dekat," ujar Jokowi.
"Kami tidak boleh putus harapan apalagi putus asa. Di sinilah saya kira peran kunci para ulama dalam menjaga momentum dan optimisme umat akan perdamaian," imbuh dia.
"Ulama adalah agen perdamaian. Ulama didengar. Ulama dituruti. Ulama diteladani umat. Ulama memiliki kharisma. Ulama memiliki otoritas, dan memiliki kekuatan untuk membentuk wajah umat yang damai," papar pemimpin Indonesia ini.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan bahwa Indonesia ingin pertemuan para ulama ini membuahkan hasil konkret untuk perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.
“Melalui suara ulama, khususnya para ulama Pakistan, Indonesia dan Afghanistan. Dengan peran para ulama tiga negara ini, semangat ukhuwah untuk perdamaian di Afghanistan dapat diperkuat," kata Jokowi.
“Indonesia berkomitmen memfasilitasi peran konstruktif ulama. Pertemuan trilateral ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya Indonesia dalam mengedepankan para ulama. Indonesia sungguh merasa terhormat mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah," kata Jokowi pada Jumat (11/5/2018).
Menurut Jokowi, mencapai perdamaian, terlebih perdamaian yang abadi, tidaklah mudah. Untuk mewujudkannya membutuhkan peran para ulama, karena mereka merupakan para sosok yang didengar oleh umat.
"Kami tahu, jalan menuju perdamaian tidaklah mudah. Namun sebagai orang beriman, kami juga yakin pertolongan Allah itu sangat dekat," ujar Jokowi.
"Kami tidak boleh putus harapan apalagi putus asa. Di sinilah saya kira peran kunci para ulama dalam menjaga momentum dan optimisme umat akan perdamaian," imbuh dia.
"Ulama adalah agen perdamaian. Ulama didengar. Ulama dituruti. Ulama diteladani umat. Ulama memiliki kharisma. Ulama memiliki otoritas, dan memiliki kekuatan untuk membentuk wajah umat yang damai," papar pemimpin Indonesia ini.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan bahwa Indonesia ingin pertemuan para ulama ini membuahkan hasil konkret untuk perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.
“Melalui suara ulama, khususnya para ulama Pakistan, Indonesia dan Afghanistan. Dengan peran para ulama tiga negara ini, semangat ukhuwah untuk perdamaian di Afghanistan dapat diperkuat," kata Jokowi.
(mas)