Mahathir Pastikan Akan Usut Kasus Korupsi Najib Razak

Jum'at, 11 Mei 2018 - 06:43 WIB
Mahathir Pastikan Akan...
Mahathir Pastikan Akan Usut Kasus Korupsi Najib Razak
A A A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia yang baru, Mahathir Mohamad, yakin dapat mengembalikan sebagian besar uang negara yang hilang dalam skandal korupsi 1MDB.

Skandal mengenai dana investasi negara 1Malaysian Berhad (1MDB) ini menyeret pendahulunya, Najib Razak, dan menjadi biang kerok kekalahannya yang mengejutkan dalam pemilu Malaysia.

"Kami percaya bahwa kita bisa mendapatkan sebagian besar uang 1MDB kembali," kata Mahathir seperti dikutip dari BBC, Jumat (11/5/2018).

Mantan orang kuat Malaysia itu kembali berkuasa pada usia 92 tahun setelah jeda 15 tahun. Ia keluar dari masa pensiunnya untuk menentang Najib, mantan sekutunya, karena skandal 1MDB menyeruak dua tahun lalu.

Najib dituduh mengantongi sekitar USD700 juta dana milik badan yang didirikannya tersebut. Namun ia dengan keras menyangkal tuduhan tersebut dan dibebaskan oleh otoritas Malaysia.

Meski begitu, dana tersebut masih diselidiki oleh sejumlah negara.

Dibentuk pada tahun 2009, 1MDB dimaksudkan untuk mengubah Ibu Kota Kuala Lumpur menjadi pusat keuangan dan meningkatkan ekonomi melalui investasi strategis.

Namun aroma busuk terhadap lembaga itu tercium pada awal 2015 setelah gagal melakukan pembayaran hutang kepada bank dan pemegang obligasi sebesar lebih dari USD 11 miliar.

Kemudian Wall Street Journal (WSJ) melaporkan telah melihat jejak transaksi hampir $ 700 juta dari dana tersebut yang setelah ditelusuri diduga mengalir ke rekening pribadi milik Najib.

Akhir tahun lalu, Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Jeff Sessions menggambarkan skandal itu sebagai "kleptokrasi yang paling buruk".

Pemerintah AS telah mencari cara untuk mengambil lebih dari USD 1,7 miliar aset yang diyakini telah dicuri dari dana tersebut.

Saat ditanya apakah pemerintahan baru yang dipimpinnya akan melakukan perubahan terhadap lembaga yang bertindak atas nama Najib, Mahathir menjawab: "Beberapa kepala harus jatuh."

"Kami harus meningkatkan kepercayaan investor kepada pemerintah," tegasnya.

Mahathir juga memperbarui janjinya untuk mencari jalan agar mantan wakil perdana menteri, Anwar Ibrahim, dibebaskan dan diampuni.

Ketika Mahathir berkuasa sebelumnya, Anwar Ibrahim dipenjara karena korupsi dan sodomi setelah menyerukan reformasi ekonomi dan politik.

Dia dibebaskan pada 2004 tetapi dipenjara lagi di bawah Najib pada 2015. Dia saat ini akan dibebaskan bulan depan.
(ian)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
16 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
1 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved