Israel Bombardir Suriah: 28 Pesawat, 60 Rudal, 23 Tewas
Kamis, 10 Mei 2018 - 23:14 WIB
Israel Bombardir Suriah: 28 Pesawat, 60 Rudal, 23 Tewas
A
A
A
TEL AVIV - Israel menghujani Suriah dengan rudal secara besar-besaran pasca serangan terhadap Dataran Tinggi Golan. Serangan itu melibatkan 28 pesawat dengan total sekitar 60 rudal di tembakkan.
"28 pesawat F-15 Israel dan F-16 digunakan dalam serangan itu, melepaskan sekitar 60 rudal udara ke darat di berbagai bagian Suriah. Israel juga menembakkan lebih dari 10 rudal taktis darat ke darat," pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip dari media Israel Aruzt Sheva, Kamis (10/5/2018).
Menurut Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) serangan Israel tersebut menewaskan 23 orang dengan rincian lima tentara rezim Suriah dan 18 pasukan sekutunya.
Lembaga pemantau yang berbasis di Inggris itu mengatakan pasukan rezim yang tewas dalam serangan itu termasuk seorang perwira, menambahkan bahwa korban lainnya termasuk warga Suriah dan orang asing.
Wakil menteri luar negeri Rusia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengatakan Moskow khawatir dengan eskalasi yang terjadi.
"Kami telah menjalin kontak dengan semua pihak dan kami menyerukan semua pihak untuk menahan diri," kata deputi menteri luar negeri Mikhail Bogdanov, seraya menambahkan bahwa Moskow prihatin pada perkembangan tersebut.
Tentara Israel mengatakan Kamis telah menghantam puluhan target militer Iran di sekitar Suriah dalam salah satu operasi militer terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir dan serangan terbesarnya terhadap sasaran Iran.
Israel melakukan serangan setelah mengatakan sekitar 20 roket ditembakkan dari Suriah terhadap pasukannya di Dataran Tinggi Golan sekitar tengah malam.
Israel menuding serangan itu dilakukan oleh pasukan Al-Quds Iran, menambahkan bahwa sistem anti-rudal Israel mencegat empat dari proyektil sementara sisanya tidak mendarat di wilayahnya.
Insiden itu terjadi setelah berminggu-minggu meningkatnya ketegangan dan mengikuti keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 pada hari Selasa, sebuah langkah yang telah lama didambakan Israel.
"28 pesawat F-15 Israel dan F-16 digunakan dalam serangan itu, melepaskan sekitar 60 rudal udara ke darat di berbagai bagian Suriah. Israel juga menembakkan lebih dari 10 rudal taktis darat ke darat," pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip dari media Israel Aruzt Sheva, Kamis (10/5/2018).
Menurut Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) serangan Israel tersebut menewaskan 23 orang dengan rincian lima tentara rezim Suriah dan 18 pasukan sekutunya.
Lembaga pemantau yang berbasis di Inggris itu mengatakan pasukan rezim yang tewas dalam serangan itu termasuk seorang perwira, menambahkan bahwa korban lainnya termasuk warga Suriah dan orang asing.
Wakil menteri luar negeri Rusia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengatakan Moskow khawatir dengan eskalasi yang terjadi.
"Kami telah menjalin kontak dengan semua pihak dan kami menyerukan semua pihak untuk menahan diri," kata deputi menteri luar negeri Mikhail Bogdanov, seraya menambahkan bahwa Moskow prihatin pada perkembangan tersebut.
Tentara Israel mengatakan Kamis telah menghantam puluhan target militer Iran di sekitar Suriah dalam salah satu operasi militer terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir dan serangan terbesarnya terhadap sasaran Iran.
Israel melakukan serangan setelah mengatakan sekitar 20 roket ditembakkan dari Suriah terhadap pasukannya di Dataran Tinggi Golan sekitar tengah malam.
Israel menuding serangan itu dilakukan oleh pasukan Al-Quds Iran, menambahkan bahwa sistem anti-rudal Israel mencegat empat dari proyektil sementara sisanya tidak mendarat di wilayahnya.
Insiden itu terjadi setelah berminggu-minggu meningkatnya ketegangan dan mengikuti keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 pada hari Selasa, sebuah langkah yang telah lama didambakan Israel.
(ian)