Korsel Cegah Pembelot Terbangkan Balon Propaganda Anti-Kim Jong-un

Minggu, 06 Mei 2018 - 06:30 WIB
Korsel Cegah Pembelot...
Korsel Cegah Pembelot Terbangkan Balon Propaganda Anti-Kim Jong-un
A A A
SEOUL - Aparat polisi Korea Selatan (Korsel) mencegah para pembelot Korea Utara (Korut) menerbangkan balon-balon berisi pesan propaganda anti-rezim Kim Jong-un. Aksi polisi di wilayah perbatasan itu sebagai tindak lanjut kesepakatan damai dua Korea.

Seoul dan Pyongyang sepakat berdamai setelah pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in melakukan pertemuan bersejarah beberapa waktu lalu.

Para aktivis yang didominasi pembelot awalnya berkumpul di Kota Paju pada hari Sabtu dan bersiap untuk menerbangkan balon propaganda ke wilayah Korut. Upaya peluncuran balon-balon propaganda itu dilawan para penduduk lokal di Kota Paju.

Polisi Korsel akhirnya turun tangan mencegah peluncuran propaganda setelah penduduk lokal dan para aktivis terlibat pertikaian kecil.

Para aktivis telah siap dengan truk yang sarat selebaran dan tabung gas. Namun, peluncuran balon propaganda digagalkan polisi.

Pemimpin kelompok aktivis, Park Sang-hak, mengatakan bahwa rekan-rekannya telah menyiapkan 150.000 selebaran, 1.000 lembar uang kertas senilai USD1 dan 500 buklet yang ditulis oleh seorang pembelot Korea Utara. Buku propaganda itu berisi materi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran di Korsel setelah Perang Korea 1950-1953.

Upaya damai kedua negara itu telah membuat para aktivis pembelot bingung, karena mereka terus mendesak agar Seoul jangan percaya pada Pyongyang.

"Kami terbawa oleh serangan mendadak Kim Jong-un yang tiba-tiba, tetapi beberapa saat yang lalu dia memeras kami dan seluruh dunia dengan provokasi nuklir dan rudal, sementara (rezim Korut) membunuh anggota keluarga dan eksekutifnya sendiri," kata Park Sang-hak, menjelang peluncuran balon yang gagal, seperti dikutip The Telegraph, Minggu (6/5/2018).

Sebelum berdamai, kedua Korea kerap meluncurkan banyak selebaran propaganda satu sama lain dengan menggunakan balon. Seoul sejatinya telah mengakhiri program propaganda via leaflet yang dikelola negara pada tahun 2010, tetapi berbagai kelompok aktivis sipil terus melanjutkan praktik tersebut.

Pyongyang pun juga mengirim selebaran ke kota-kota Korea Selatan dan instalasi militer Amerika Serikat di negara tersebut. Kumpulan selebaran propaganda terbaru berisi gambar satir Presiden AS Donald Trump, serta ancaman militer Pyongyang terhadap Seoul dan Washington.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Militer Percepat Persiapan Perang
Adik Kim Jong-un Kirim...
Adik Kim Jong-un Kirim Ancaman ke Korsel
Kim Jong-un Hentikan...
Kim Jong-un Hentikan Rencana Aksi Militer Terhadap Korea Selatan
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
22 menit yang lalu
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
42 menit yang lalu
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
1 jam yang lalu
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
3 jam yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
6 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved