Tiga Warga AS yang Ditahan Korut Dipindah ke Hotel
Jum'at, 04 Mei 2018 - 10:50 WIB
Tiga Warga AS yang Ditahan Korut Dipindah ke Hotel
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memeriksa laporan bahwa tiga warga AS yang ditahan di Korea Utara (Korut) dipindah dari kamp kerja paksa ke hotel dekat Pyongyang. Langkah ini dilakukan menjelang rencana konferensi tingkat tinggi (KTT) antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un.
Pejabat itu menjelaskan, belum ada konfirmasi tentang perubahan status para tahanan itu. Pejabat pemerintahan Trump menyerukan pembebasan mereka sebagai bentuk niat baik Korut sebelum KTT AS-Korut pada akhir Mei atau awal Juni. "Seperti semua orang tahu, pemerintahan lalu telah lama meminta agar tiga sandera itu dibebaskan dari kamp kerja Korut, tapi tidak berhasil. Tetap di sini!" tweet Trump, Kamis (3/5/2018).
CNN mengutip sumber anonim dalam laporannya bahwa pembebasan tiga pria itu akan segera dilakukan. Langkah ini menambah landasan kerja untuk aksi dua bulan lalu saat Menteri Luar Negeri (Menlu) Korut ke Swedia dan mengusulkan ide itu. Mantan Wali Kota New York City Rudy Giuliani yang bersama tim hukum Trump bulan lalu menjelaskan kepada Fox News Channel bahwa Korut akan membebaskan tiga tahanan itu pada Kamis (3/5/2018). Gedung Putih tidak merespons email untuk komentar dan tidak jelas, apakah Giuliani mengetahui langsung negosiasi tentang rencana pembebasan itu.
Media Korea Selatan (Korsel) melaporkan pernyataan aktivis Korsel Choi Soungyong bahwa Korut telah memindahkan tiga warga AS dari kamp kerja paksa ke hotel di pinggiran Pyongyang. Choi menyatakan, Kim Hak-song, Tony Kim, dan Kim Dong-chul dipindahkan pada awal April setelah perintah dari otoritas tertinggi sesuai keterangan dari warga Pyongyang.
"AS dan Korut tampaknya telah memutuskan tanggal pembebasan orang itu. Korut mungkin ingin merehabilitasi mereka," ujar Choi dikutip kantor berita Reuters. Aktivis itu menambahkan, ketiga orang itu dijaga di ruang terpisah di hotel yang sama dan dia tidak tahu apa yang terjadi pada mereka sejak pemindahan.
Pejabat itu menjelaskan, belum ada konfirmasi tentang perubahan status para tahanan itu. Pejabat pemerintahan Trump menyerukan pembebasan mereka sebagai bentuk niat baik Korut sebelum KTT AS-Korut pada akhir Mei atau awal Juni. "Seperti semua orang tahu, pemerintahan lalu telah lama meminta agar tiga sandera itu dibebaskan dari kamp kerja Korut, tapi tidak berhasil. Tetap di sini!" tweet Trump, Kamis (3/5/2018).
CNN mengutip sumber anonim dalam laporannya bahwa pembebasan tiga pria itu akan segera dilakukan. Langkah ini menambah landasan kerja untuk aksi dua bulan lalu saat Menteri Luar Negeri (Menlu) Korut ke Swedia dan mengusulkan ide itu. Mantan Wali Kota New York City Rudy Giuliani yang bersama tim hukum Trump bulan lalu menjelaskan kepada Fox News Channel bahwa Korut akan membebaskan tiga tahanan itu pada Kamis (3/5/2018). Gedung Putih tidak merespons email untuk komentar dan tidak jelas, apakah Giuliani mengetahui langsung negosiasi tentang rencana pembebasan itu.
Media Korea Selatan (Korsel) melaporkan pernyataan aktivis Korsel Choi Soungyong bahwa Korut telah memindahkan tiga warga AS dari kamp kerja paksa ke hotel di pinggiran Pyongyang. Choi menyatakan, Kim Hak-song, Tony Kim, dan Kim Dong-chul dipindahkan pada awal April setelah perintah dari otoritas tertinggi sesuai keterangan dari warga Pyongyang.
"AS dan Korut tampaknya telah memutuskan tanggal pembebasan orang itu. Korut mungkin ingin merehabilitasi mereka," ujar Choi dikutip kantor berita Reuters. Aktivis itu menambahkan, ketiga orang itu dijaga di ruang terpisah di hotel yang sama dan dia tidak tahu apa yang terjadi pada mereka sejak pemindahan.
(amm)