Berani Umbar Bukti, Israel Ciut Nyali Perang dengan Iran

Rabu, 02 Mei 2018 - 09:33 WIB
Berani Umbar Bukti,...
Berani Umbar Bukti, Israel Ciut Nyali Perang dengan Iran
A A A
TEL AVIV - Israel mengatakan pihaknya tidak ingin perang dengan dan Iran. Meski begitu Tel Aviv meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendukung upanya untuk membunuh kesepakatan nuklir 2015 dengan mengungkapkan bukti-bukti senjata nuklir Iran di masa lalu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan "tak seorang pun" ingin terlibat konflik dengan Iran, prospek yang dilihat oleh beberapa orang sebagai kemungkinan hasil dari runtuhnya kesepakatan nuklir 2015. Hal itu diungkapkan Netanyahu kepada CNN.

Ketika ditanya apakah Israel siap berperang dengan Teheran, Netanyahu mengatakan: “Tidak ada yang mencari perkembangan semacam itu. Iran adalah salah satu yang mengubah peraturan di wilayah ini,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/5/2018).

Sebelumnya Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan slide dan video yang diklaim sebagai bukti bahwa Iran memiliki program pembuatan bom nuklir yang dirahasiakan. Dia menuduh Teheran berbohong tentang program nuklirnya yang membuat kesepakatan tahun 2015 tidak berlaku lagi.

Para pejabat Iran menolak klaim Israel tersebut. Iran pun menyebut Netanyahu sebagai "seorang bocah yang mencoba menakut-nakuti," dan menyebut presentasinya sebagai propaganda.

"Kami memperingatkan rezim Zionis dan sekutu-sekutunya untuk menghentikan rencana dan perilaku berbahaya mereka atau mereka akan menghadapi respon mengejutkan dan tegas Iran," tegas Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami seperti dikutip oleh kantor berita Iran Tasnim. Hatami menyebut tuduhan Netanyahu “tidak berdasar”.

Mantan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, dalam serangkaian tweetnya, mengatakan informasi yang diungkapkan oleh Israel adalah bukti mengapa perjanjian harus dipertahankan.

“Tidak ada negosiasi - dan semua itu berubah dengan (kesepakatan). Gembar-gemborkan kesepakatan dan Anda kembali ke sana besok!” kata Kerry, yang menegosiasikan perjanjian tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Langka, Kepala Intel...
Langka, Kepala Intel Israel Dukung Perjanjian Nuklir Iran
Eks Bos Intelijen Militer:...
Eks Bos Intelijen Militer: Israel Harus Berpikir 2 Kali Sebelum Serang Iran
Tak Mau Kalah dengan...
Tak Mau Kalah dengan Iran, Israel Gelar Latihan Intens Serang Fasilitas Nuklir Teheran
Iran Salahkan Israel...
Iran Salahkan Israel atas Sabotase Fasilitas Nuklir, Klaim Kerusakan Kecil
Jadi Ancaman Terbesar,...
Jadi Ancaman Terbesar, Israel Klaim Kebebasan Beraksi terhadap Iran
Israel: Konfrontasi...
Israel: Konfrontasi dengan Iran Hanya Masalah Waktu dan Tak Banyak Waktu
Berita Terkini
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
8 menit yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
2 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
4 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
4 jam yang lalu
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
6 jam yang lalu
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved