Wapres Iran Bantah Ada Konflik Sunni-Syiah di Negaranya

Rabu, 02 Mei 2018 - 08:57 WIB
Wapres Iran Bantah Ada...
Wapres Iran Bantah Ada Konflik Sunni-Syiah di Negaranya
A A A
BOGOR - Wakil Presiden Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Masumeh Ebtekar, menyatakan bahwa tidak pernah ada konflik antara Sunni dan Syiah, khususnya di dalam negeri Iran. Informasi mengenai konflik tersebut, menurut Ebtekar, adalah buatan satu negara yang tidak suka dengan Islam.

"Saya pikir kami tidak memiliki konflik terkait dengan Sunni dan Syiah. Dengan masyarakat Sunni kami sudah tinggal bersama sejak negara kami berdiri. Sunni dan Syiah tinggal bersama di berbagai daerah di Iran, banyak dari mereka menikah, jadi kami tidak memiliki masalah," ucap Ebtekar, Bogor, Selasa (1/5/2018).

"Di dunia Islam masalahnya bukan pada Sunni dan Syiah, masalahnya adalah adanya pandangan yang diciptakan oleh musuh-musuh Islam. Masalah adalah adanya satu negara dan sekutunya di wilayah yang menciptakan perpecahan diantara Muslim dan menghasut kebencian," tuturnya.

"Mereka mendukung sejumlah negara, mereka mendukung terciptanya ISIS, yang sangat menyimpang dari Islam, yang sebenarnya tidak ada kaitanya dengan ajaran Islam. Mereka mencoba menciptakan perpecahan diantara Muslim," tukasnya.

Lebih jauh ia lalu menuturkan, negara tersebut mencoba menunjukan versi yang menyimpang dari Islam untuk menciptakan perpecahan diantara Muslim, untuk menciptakan gambaran yang buruk mengenai Islam.

Mereka yang tidak suka dengan Islam, lanjut wapres wanita pertama Iran itu, menyampaikan kepada dunia bahwa Islam adalah ajaran penuh kekerasan, kebencian, brutal, yang sejatinya tidak sesuai dengan Islam, dan ini tidak ada hubungan dengan Sunni dan Syiah.

"Ini adalah isu yang didorong oleh dunia luar yang harus disadari oleh umat Muslim. Muslim harus berdiri bersama, baik itu Sunni atau Syiah, semua Muslim yang mendukung dunia yang saling menghargai, bahkan dari agama lain, harus bangkit dan melawan ekstrimisme, radikalisme, melawan terorisme baik itu mencatut nama agama atau perdamaian atau kebebasan, ini adalah masalah yang kita hadapi saat ini," tutupnya.
(ian)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
15 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved