Pompeo: Iran Adalah Sumber Masalah di Kawasan
Senin, 30 April 2018 - 17:49 WIB
Pompeo: Iran Adalah Sumber Masalah di Kawasan
A
A
A
RIYADH - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo kembali melemparkan serangan verbal kepada Iran. Pompeo, dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Jubeir di Riyadh, menyebut Iran sebagai sumber masalah di kawasan.
Pompeo menuturkan, kebijakan Iran di kawasan adalah salah satu penyebab tidak stabilnya situasi di Timur Tengah. Dia menyatakan, pemerintahan AS saat ini tidak akan tinggal diam melihat tindakan sembrono Iran di kawasan.
"Iran mendestabilisasi seluruh kawasan ini. Mereka mendukung milisi proxy dan kelompok teroris. Mereka adalah penyalur senjata kepada pemberontak Houthi di Yaman dan Iran melakukan kampanye peretasan cyber. Dan mereka mendukung rezim Bashar al-Assad," ucap Pompeo.
"Tidak seperti pemerintahan sebelumnya, kami tidak akan mengabaikan cakupan luas terorisme Iran," sambungnya dalam sebuah permyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (30/4).
Dia kemudian menyinggung mengenai kesepakatan nuklir Iran. Menlu anyar AS itu mengatakan, Washington akan terus bekerja dengan sekutu Eropa untuk memperbaiki kesepakatan itu.
"Tetapi jika kesepakatan itu tidak dapat diperbaiki, Presiden Donald Trump telah mengatakan dia akan meninggalkan kesepakatan itu," ungkapnya.
Berdasarkan kesepakatan itu, AS dan negara-negara dunia lainnya sepakat untuk mencabut beberapa sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Iran, sebagai imbalannya Iransetuju untuk mengendalikan program nuklirnya.
Pompeo menuturkan, kebijakan Iran di kawasan adalah salah satu penyebab tidak stabilnya situasi di Timur Tengah. Dia menyatakan, pemerintahan AS saat ini tidak akan tinggal diam melihat tindakan sembrono Iran di kawasan.
"Iran mendestabilisasi seluruh kawasan ini. Mereka mendukung milisi proxy dan kelompok teroris. Mereka adalah penyalur senjata kepada pemberontak Houthi di Yaman dan Iran melakukan kampanye peretasan cyber. Dan mereka mendukung rezim Bashar al-Assad," ucap Pompeo.
"Tidak seperti pemerintahan sebelumnya, kami tidak akan mengabaikan cakupan luas terorisme Iran," sambungnya dalam sebuah permyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (30/4).
Dia kemudian menyinggung mengenai kesepakatan nuklir Iran. Menlu anyar AS itu mengatakan, Washington akan terus bekerja dengan sekutu Eropa untuk memperbaiki kesepakatan itu.
"Tetapi jika kesepakatan itu tidak dapat diperbaiki, Presiden Donald Trump telah mengatakan dia akan meninggalkan kesepakatan itu," ungkapnya.
Berdasarkan kesepakatan itu, AS dan negara-negara dunia lainnya sepakat untuk mencabut beberapa sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Iran, sebagai imbalannya Iransetuju untuk mengendalikan program nuklirnya.
(esn)