Korsel: Korut Akan Undang Ahli ke Situs Nuklir Mereka
Minggu, 29 April 2018 - 12:04 WIB
Korsel: Korut Akan Undang Ahli ke Situs Nuklir Mereka
A
A
A
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) menyatakan Korea Utara (Korut) kembali menegaskan akan menutup situs nuklir mereka. Pyongyang, lanjut Seoul, akan mengundang para ahli dari luar untuk mengkonfirmasi hal ini.
Menurut istana kepresidenan Korsel, Blue House, penegasan itu disampaikan dalam pertemuan antara Presiden Korsel, Moon Jae-in dan pemimpin Korut, Kim Jong-un pada hari Jumat lalu.
"Pemimpin Korut, Kim Jong Un mengatakan selama KTT dengan Presiden Korsel, Moon Jae-in bahwa ia akan menutup situs uji coba nuklir negara itu pada Mei mendatang, dengan pengawasan dari dunia luar," kata Blue House dalam sebuah pernyataan.
"Kim Jong-un mengatakan kepada Moon Jae-in, bahwa dia akan mengundang para ahli dan wartawan dari Amerika Serikat (AS) dan Korsel untuk memastikan "transparansi" pembongkaran fasilitas nuklir," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (29/4).
Dalam pertemuan itu sendiri, kedua pemimpin Korea berjanji untuk bekerja guna denuklirisasi semenanjung Korea secara utuh.
Kedua belah pihak juga mengatakan, mereka akan bekerja sama dengan AS dan China untuk mendeklarasikan secara resmi berakhirnya Perang Korea1950-1953dan mencari kesepakatan untuk membangun perdamaian permanen dan solid di tempat gencatan senjata.
Menurut istana kepresidenan Korsel, Blue House, penegasan itu disampaikan dalam pertemuan antara Presiden Korsel, Moon Jae-in dan pemimpin Korut, Kim Jong-un pada hari Jumat lalu.
"Pemimpin Korut, Kim Jong Un mengatakan selama KTT dengan Presiden Korsel, Moon Jae-in bahwa ia akan menutup situs uji coba nuklir negara itu pada Mei mendatang, dengan pengawasan dari dunia luar," kata Blue House dalam sebuah pernyataan.
"Kim Jong-un mengatakan kepada Moon Jae-in, bahwa dia akan mengundang para ahli dan wartawan dari Amerika Serikat (AS) dan Korsel untuk memastikan "transparansi" pembongkaran fasilitas nuklir," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (29/4).
Dalam pertemuan itu sendiri, kedua pemimpin Korea berjanji untuk bekerja guna denuklirisasi semenanjung Korea secara utuh.
Kedua belah pihak juga mengatakan, mereka akan bekerja sama dengan AS dan China untuk mendeklarasikan secara resmi berakhirnya Perang Korea1950-1953dan mencari kesepakatan untuk membangun perdamaian permanen dan solid di tempat gencatan senjata.
(esn)