Dokter yang Bantu Lacak Osama di Pindahkan ke Penjara Dekat Islamabad

Minggu, 29 April 2018 - 00:27 WIB
Dokter yang Bantu Lacak...
Dokter yang Bantu Lacak Osama di Pindahkan ke Penjara Dekat Islamabad
A A A
PESHAWAR - Otoritas penjara Pakistan telah memindahkan dokter yang diyakini telah membantu CIA memburu Osama bin Laden. Spekulasi pun muncul, menyebut jika pemindahan itu bisa menjadi langkah awal untuk pembebasannya.

Dr. Shakil Afridi telah lama menjadi sumber ketegangan antaran Pakistan dan Amerika Serikat (AS). Seorang pejabat penjara di kota barat laut Peshawar mengatakan bahwa Afridi telah dipindahkan ke penjara Adiala di Rawalpindi, dekat ibukota Islamabad. Namun pejabat itu mengatakan alasan pemindahannya tidak jelas dan bisa jadi terkait dengan masalah keamanan.

Pengacara Afridi, Qamar Nadeem, mengkonfirmasi pemindahan kliennya tetapi mengatakan dia tidak yakin di mana dia sekarang. Pejabat yudisial tidak dapat dihubungi. Begitu juga dengan pejabat kedutaan AS, yang telah bertahun-tahun meminta Pakistan untuk membebaskan Afridi.

Afridi dituduh melakukan pengkhianatan setelah berita ia telah membantu CIA mengumpulkan sampel genetik dari keluarga bin Laden tersebar. Informasi ini membuka jalan bagi serangan Navy Seal AS pada 2011 di kota Abbottabad yang menewaskan pemimpin al-Qaeda itu. Osama dituduh telah merencanakan serangan 11 September 2001 serangan di AS yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Ia ditangkap beberapa hari setelah operasi AS - yang disebut Pakistan sebagai pelanggaran kedaulatannya - dan dituduh telah membantu teroris.

Afridi dijatuhi hukuman 23 tahun penjara karena membantu terorisme. Hukuman itu dibatalkan pada 2013, namun ia masih menjalani hukuman untuk tuduhan terkait terorisme lainnya, kata pengacaranya.

Ia juga menghadapi sidang pembunuhan terkait kematian seorang pasien lebih dari satu dekade yang lalu.

Namun, pengacaranya mengatakan Afridi mendapatkan grasi yang membuatnya dihukum tujuh tahun dan telah menjalaninya.

"Jadi saya pikir dia bisa dibebaskan segera," kata Nadeem dilansir dari Reuters, Minggu (29/4/2018).

Pada Januari 2017, menteri hukum Pakistan mengatakan bahwa negara itu tidak akan membebaskan Afridi di bawah tekanan AS.

"Afridi bekerja melawan hukum dan kepentingan nasional kami, dan pemerintah Pakistan telah berulang kali memberi tahu Amerika Serikat bahwa di bawah hukum kami dia melakukan kejahatan dan menghadapi hukuman," kata Zahid Hamid.
(ian)
Berita Terkait
Pemimpin Al-Qaeda Ayman...
Pemimpin Al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri Muncul Lagi di Video, Masih Hidup
Sebut Osama bin Laden...
Sebut Osama bin Laden Martir, PM Pakistan Imran Khan Dikecam
Saksi Mata: AS Buang...
Saksi Mata: AS Buang Mayat Osama bin Laden ke Laut Itu Konyol
AS Tawarkan Imbalan...
AS Tawarkan Imbalan Rp58 M untuk Petinggi Al-Qaeda
5 Fakta al-Qaeda, Organisasi...
5 Fakta al-Qaeda, Organisasi Paramiliter Jihad yang Menentang Amerika Serikat
Bin Ladens Hard Drive:...
Bin Laden's Hard Drive: dari Koleksi Porno hingga Paranoia Osama bin Laden
Berita Terkini
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
15 menit yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
1 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
2 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
4 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
6 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved