Rezim Suriah Merangsek Maju ke Wilayah ISIS di Damaskus Selatan
Jum'at, 27 April 2018 - 23:55 WIB
Rezim Suriah Merangsek Maju ke Wilayah ISIS di Damaskus Selatan
A
A
A
DAMASKUS - Pasukan rezim Suriah merangsek maju melawan anggota kelompok ekstrimis ISIS di selatan Damaskus. Lebih dari satu minggu sebelumnya, pasukan rezim Suriah telah membombardir wilayah itu.
"Unit-unit tentara yang didukung oleh angkatan udara dan artileri telah maju dengan banyak poros di Damaskus selatan, termasuk distrik Hajar al-Aswad, setelah menerobos pertahanan teroris," seperti dikutip AFP dari kantor berita SANA, Jumat (27/4/2018).
"Gerakan itu menyebabkan kerugian manusia dan material yang besar pada para jihadis," imbuh laporan tersebut.
Televisi pemerintah Suriah mengatakan tentara sedang menuju Rute 30 di Hajar al-Aswad.
Pasukan rezim Suriah telah menggempur distrik-distrik selatan Damaskus sejak 19 April, setelah ISIS menolak kesepakatan evakuasi untuk wilayah tersebut. Daerah yang dikuasai ISIS termasuk daerah-daerah Hajar al-Aswad dan Qadam serta kamp Palestina yang berdekatan di Yarmouk.
ISIS telah bercokol di wilayah Hajar al-Aswad dan Yarmouk sejak 2015 dan merebut Qadam bulan lalu.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan pasukan pro-pemerintah mengambil alih bangunan dan jalan-jalan di Hajar al-Aswad dan Qadam setelah menyerang kedua distrik pada waktu fajar.
"Pasukan rezim terkunci dalam bentrokan dengan pejuang ISIS pada Jumat pagi," lapor lembaga pemantau yang berbasis di Inggris itu.
Serangan udara berat dan hujan tembakan telah menargetkan Yarmouk dan ujung-ujung Hajjar al-Aswad serta Qadam sejak pagi hari.
"Setidaknya 74 personel rezim dan 59 pejuang ISIS telah tewas dalam delapan hari pertempuran," kata SOHR.
"Pada periode yang sama, setidaknya 19 warga sipil juga tewas dalam pemboman rezim di daerah itu termasuk di Yarmouk," katanya lagi.
Yarmouk dan sekitarnya saat ini adalah taman kota terbesar di Suriah atau Irak yang berdekatan. ISIS telah kehilangan banyak wilayah yang pernah mereka kuasai di kedua negara sejak mereka menyatakan kekhalifahan lintas batas di sana pada tahun 2014.
Yarmouk dulunya rumah bagi sekitar 160.000 orang, tetapi hari ini hanya beberapa ratus orang yang tersisa, kata badan PBB untuk pengungsi Palestina.
Rezim Presiden Bashar al-Assad mengarahkan perhatiannya ke selatan Ibu Kota setelah merebut kembali benteng utama pemberontak di timur Damaskus awal bulan ini.
Ghouta Timur jatuh setelah serangan udara dan darat serta kesepakatan evakuasi yang didukung Rusia yang membuat puluhan ribu orang keluar ke Suriah utara.
Lebih dari 350 ribu orang telah tewas dan jutaan orang mengungsi sejak perang Suriah dimulai pada tahun 2011 dengan penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.
"Unit-unit tentara yang didukung oleh angkatan udara dan artileri telah maju dengan banyak poros di Damaskus selatan, termasuk distrik Hajar al-Aswad, setelah menerobos pertahanan teroris," seperti dikutip AFP dari kantor berita SANA, Jumat (27/4/2018).
"Gerakan itu menyebabkan kerugian manusia dan material yang besar pada para jihadis," imbuh laporan tersebut.
Televisi pemerintah Suriah mengatakan tentara sedang menuju Rute 30 di Hajar al-Aswad.
Pasukan rezim Suriah telah menggempur distrik-distrik selatan Damaskus sejak 19 April, setelah ISIS menolak kesepakatan evakuasi untuk wilayah tersebut. Daerah yang dikuasai ISIS termasuk daerah-daerah Hajar al-Aswad dan Qadam serta kamp Palestina yang berdekatan di Yarmouk.
ISIS telah bercokol di wilayah Hajar al-Aswad dan Yarmouk sejak 2015 dan merebut Qadam bulan lalu.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan pasukan pro-pemerintah mengambil alih bangunan dan jalan-jalan di Hajar al-Aswad dan Qadam setelah menyerang kedua distrik pada waktu fajar.
"Pasukan rezim terkunci dalam bentrokan dengan pejuang ISIS pada Jumat pagi," lapor lembaga pemantau yang berbasis di Inggris itu.
Serangan udara berat dan hujan tembakan telah menargetkan Yarmouk dan ujung-ujung Hajjar al-Aswad serta Qadam sejak pagi hari.
"Setidaknya 74 personel rezim dan 59 pejuang ISIS telah tewas dalam delapan hari pertempuran," kata SOHR.
"Pada periode yang sama, setidaknya 19 warga sipil juga tewas dalam pemboman rezim di daerah itu termasuk di Yarmouk," katanya lagi.
Yarmouk dan sekitarnya saat ini adalah taman kota terbesar di Suriah atau Irak yang berdekatan. ISIS telah kehilangan banyak wilayah yang pernah mereka kuasai di kedua negara sejak mereka menyatakan kekhalifahan lintas batas di sana pada tahun 2014.
Yarmouk dulunya rumah bagi sekitar 160.000 orang, tetapi hari ini hanya beberapa ratus orang yang tersisa, kata badan PBB untuk pengungsi Palestina.
Rezim Presiden Bashar al-Assad mengarahkan perhatiannya ke selatan Ibu Kota setelah merebut kembali benteng utama pemberontak di timur Damaskus awal bulan ini.
Ghouta Timur jatuh setelah serangan udara dan darat serta kesepakatan evakuasi yang didukung Rusia yang membuat puluhan ribu orang keluar ke Suriah utara.
Lebih dari 350 ribu orang telah tewas dan jutaan orang mengungsi sejak perang Suriah dimulai pada tahun 2011 dengan penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.
(ian)