ISIS Serukan Serangan ke Negara-negara Arab Termasuk Palestina

Senin, 23 April 2018 - 11:22 WIB
ISIS Serukan Serangan...
ISIS Serukan Serangan ke Negara-negara Arab Termasuk Palestina
A A A
WASHINGTON - Kelompok Islamic State atau ISIS menyerukan anggotanya untuk menyerang negara-negara Arab, termasuk Palestina, Arab Saudi, Iran dan Mesir. Dalam seruan tersebut, ISIS menganggap para pemimpin Arab sudah "murtad".

Hasutan kekerasan itu disampaikan juru bicara kelompok ISIS, Abu Hassan al-Muhajir, dalam sebuah pernyataan audio yang dirilis hari Minggu. Hasutan ini telah menyebar melalui aplikasi pesan Telegram.

Ini merupakan pernyataan hasutan pertama ISIS dalam sebulan sepuluh bulan terakhir setelah kelompok tersebut mengalami banyak kekalahan di Irak dan Suriah. Negara-negara Arab dijadikan target karena kelompok itu ingin fokus berperang di "dekat rumah".

Meski demikian, pernyataan Muhajir juga berisi seruan serangan terhadap Eropa dan Amerika Utara.

"Tidak ada perbedaan antara memerangi para pemimpin Arab Saudi, Mesir, Iran dan Palestina dengan sekutu Tentara Salib Amerika, atau Rusia atau Eropa," kata Muhahir dalam pesan audio mirip pidato yang berdurasi beberapa jam.

Menurutnya, para pemimpin Arab telah "murtad" dan pantas diperlakukan lebih keras lagi."Ini adalah Arab dan lebih ganas dan ganas terhadap Islam," ujar Muhajir.

Pada Juni 2017, juru bicara ISIS itu juga merilis pidato yang mengulas sejarah pasukan Islam yang menang perang meski kalah jumlah. Dalam pidato itu, dia menyerukan serangan ala "lone wolf" di Eropa, termasuk di Rusia.

Rekaman suara pidato pada Juni itu menggemakan pidato juru bicara kelompok ISIS sebelumnya, Abu Muhammad al-Adnani, yang menyebar hasutan kekerasan global.

Hasutan kekerasan terbaru ISIS yang fokus pada negara-negara Arab dinilai sebagai penyusutan kekuatan dan kembalinya kelompok itu ke akarnya sebagai pemberontak regional.

Hassan Hassan, seorang peneliti di Tahrir Institute for Middle East Policy, mengatakan pidato itu sejalan dengan evolusi terbaru kelompok tersebut. "Ini selaras dengan gerakan ISIS baru-baru ini, untuk menjadi lebih internal," katanya dalam serangkaian tweet yang dikutip New York Times, Senin (23/4/2018).

ISIS pada awalnya adalah kelompok afiliasi al-Qaeda di Irak. Namun, pada akhirnya kelompok ini berseberangan dengan al-Qaeda dan mendirikan "kekhalifahan" pada tahun 2014 dengan wilayah di sebagian Irak dan Suriah yang mereka duduki.

Namun dalam perkembangannya kelompok tersebut mengalami banyak kekalahan akibat serangan banyak pihak, baik Suriah, Irak, koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat, Rusia dan berbagai milisi termasuk Kurdi dan milisi Syiah.

Dalam pernyataan audionya, Muhajir mengutip teks tradisi Wahhabi puritan untuk menciptakan dalih spiritual guna membunuh lebih banyak Muslim-bukan hanya Syiah, tetapi juga Sunni-yang diklaim ISIS sebagai representasi.

Fokus serangan pertama kelompok ini adalah pemilu parlemen Irak yang dijadwalkan akan dimulai pada 12 Mei 2018. Menurut Muhajir, siapa pun yang bekerja sama dengan pemerintah Irak menjadi target yang sah.

"Pusat polling dan orang-orang di dalamnya adalah target dari pedang kami," katanya. "Jadi menjauhlah dari mereka dan jangan berjalan di dekat mereka."
(mas)
Berita Terkait
ISIS Klaim Ledakan di...
ISIS Klaim Ledakan di Pemakaman Non Muslim Jeddah
Arab Saudi Desak Koalisi...
Arab Saudi Desak Koalisi Global Bersatu Lenyapkan ISIS Selamanya
Pangeran Arab Saudi:...
Pangeran Arab Saudi: Zionis Ingin Wujudkan Israel Raya dari Nil hingga Eufrat
Arab Saudi Akan Terus...
Arab Saudi Akan Terus Cegah Kebangkitan ISIS dan Memerangi Terorisme
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
41 menit yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
3 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
5 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
5 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved