Iran Ajukan Syarat untuk Lakukan Pertukaran Tahanan dengan AS

Minggu, 22 April 2018 - 17:12 WIB
Iran Ajukan Syarat untuk...
Iran Ajukan Syarat untuk Lakukan Pertukaran Tahanan dengan AS
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengecam upaya Amerika Serikat (AS) untuk mengamankan pembebasan warganya yang ditahan di Teheran. Zarif mengatakan tuntutan AS menghambat dialog.

"Amerika Serikat perlu mendekati ini dari posisi berurusan dengan pemerintah berdaulat lain," kata Zarif.

"Dan jika pendekatan itu menyebabkan perubahan, maka Amerika Serikat akan melihat perbedaan," imbuhnya dalam acara Face The Nation seperti dikutip dari CBS News, Minggu (22/4/2018).

Lima orang Amerika diketahui telah ditahan oleh otoritas Iran, termasuk penangkapan kontroversial dari sarjana Princeton Baquer Namazi yang diduga mengalami masalah kesehatan. Beberapa pihak berpendapat penahanan rezim Teheran atas warga Amerika-Iran adalah upaya oleh kelompok garis keras untuk menciptakan pengaruh.

Ditanya tentang kondisi warga AS yang dipenjara, Zarif bersikeras bahwa kondisi kesehatan mereka sedang "diurus."

"Kehakiman kami adalah organ independen," kata Zarif.

"Hanya apa yang Anda katakan tentang pengadilan Anda, dan kami tidak bisa berdampak pada keputusan peradilan kami. Tapi kami telah mencoba menggunakan pengaruh kami dari perspektif kemanusiaan. Pertama-tama, untuk memastikan kondis kesehatan mereka diperhatikan dan untuk melihat apakah kesepakatan kemanusiaan dapat dicapai," tuturnya.

Beberapa anggota keluarga yang ditahan telah memohon pemerintah Trump untuk melibatkan pemerintah Iran secara langsung dalam mengamankan pembebasan mereka. Pada 2016, Iran membebaskan empat warga Amerika dalam pertukaran tahanan dengan tujuh orang Iran yang ditahan di AS. Pada saat itu, banyak anggota Partai Republik mengutuk pertukaran yang dinegosiasikan oleh pemerintahan Obama.

Setelah pidato yang berapi-api oleh Presiden Trump di PBB, di mana ia mengutuk Iran sebagai "rezim pembunuh" yang harus membebaskan warga Amerika yang ditahan secara tidak adil, Iran dilaporkan menolak pembicaraan yang ditawarkan antara presiden AS dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

"Anda tidak bisa terlibat dalam negosiasi dengan melakukan penghinaan terhadap suatu negara, rakyatnya, pemerintahnya, dengan secara terbuka membuat klaim termasuk ilusi tentang perubahan rezim. Maka Anda tidak meninggalkan banyak ruang untuk dialog yang tulus," tegas Zarif.

Saat ditanya apakah Iran terbuka untuk melakukan pertukaran tahanan, seperti era Obama, Zarif menyatakan pihaknya terbuka akan hal itu.

"Ini adalah kemungkinan, tentu dari perspektif kemanusiaan, tetapi itu membutuhkan perubahan dalam sikap," kata Zarif.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
51 menit yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
2 jam yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
3 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
4 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
6 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved