Ketegangan dengan Taiwan Meningkat, China Gelar Latihan Militer di Pasifik
Sabtu, 21 April 2018 - 16:42 WIB
Ketegangan dengan Taiwan Meningkat, China Gelar Latihan Militer di Pasifik
A
A
A
BEIJING - Pasukan Angkatan Laut China telah melewati perairan selatan Taiwan dan melakukan latihan militer di Pasifik barat. Aksi ini adalah bagian dari serangkaian latihan militer yang dikritik oleh Taiwan sebagai intimidasi.
Sejumlah jet tempur China jenis J-15 lepas landas dari kapal induk Liaoning pada Jumat kemarin untuk latihan di daerah sebelah timur terusan Bashi, yang membentang antara Taiwan dan Filipina. Demikian laporan surat kabar resmi Tentara Pembebasan Rakyat, PLA.
"Kapal perusak China melakukan latihan ofensif dan defensif untuk menguji kemampuan mereka," tulis PLA Daily yang dikutip Reuters, Sabtu (21/4/2018).
Kementerian Pertahanan China juga menunjukkan foto latihan di situs webnya.
China telah meningkatkan "pertunjukkan" militer di daerah itu selama pekan lalu.
Pada hari Rabu, angkatan laut China melakukan latihan tembak di Selat Taiwan yang dikatakan oleh media pemerintah sebagai tanggapan langsung terhadap "provokasi" Taiwan.
Taiwan, yang diklaim oleh Beijing sebagai wilayah China, menuduh Beijing melakukan "penghasutan perang", dan melakukan latihan tembak-menembak sendiri pada hari Selasa di dua pulau Taiwan yang dekat dengan China.
Pada hari Kamis, pesawat pembom Cina terbang di sekitar Taiwan dalam apa yang disebut angkatan udara sebagai "Misi Suci".
Baca: Jalankan 'Misi Suci', Pesawat Pembom China Mengitari Taiwan
Dewan Urusan Darat Taiwan mengatakan latihan China, termasuk penerbangan oleh pesawat pembom, "intimidasi militer".
Baca: Taiwan Sebut Latihan Tembak Militer China Aksi Intimidasi
Taiwan adalah salah satu masalah paling sensitif China dan potensi konflik. China telah meningkatkan latihan militer di sekitar pulau itu selama setahun terakhir.
Manuver Cina datang pada saat ketegangan yang meningkat antara Beijing dan Taipei dan seiring peringatan kuat dari Presiden China Xi Jinping bulan lalu terhadap separatisme Taiwan.
Xi Jinping memimpin aksi militer terbesar yang pernah ditampilkan militer bulan ini di Laut Cina Selatan, yang melibatkan 76 jet tempur dan satu armada 48 kapal selam dan kapal perang.
Kegiatan militer China dan meningkatnya ketegasan telah membuat khawatir tetangganya serta Amerika Serikat, yang komando Pasifiknya menyebut China sebagai "kekuatan yang mengganggu" pada bulan Januari.
Sejumlah jet tempur China jenis J-15 lepas landas dari kapal induk Liaoning pada Jumat kemarin untuk latihan di daerah sebelah timur terusan Bashi, yang membentang antara Taiwan dan Filipina. Demikian laporan surat kabar resmi Tentara Pembebasan Rakyat, PLA.
"Kapal perusak China melakukan latihan ofensif dan defensif untuk menguji kemampuan mereka," tulis PLA Daily yang dikutip Reuters, Sabtu (21/4/2018).
Kementerian Pertahanan China juga menunjukkan foto latihan di situs webnya.
China telah meningkatkan "pertunjukkan" militer di daerah itu selama pekan lalu.
Pada hari Rabu, angkatan laut China melakukan latihan tembak di Selat Taiwan yang dikatakan oleh media pemerintah sebagai tanggapan langsung terhadap "provokasi" Taiwan.
Taiwan, yang diklaim oleh Beijing sebagai wilayah China, menuduh Beijing melakukan "penghasutan perang", dan melakukan latihan tembak-menembak sendiri pada hari Selasa di dua pulau Taiwan yang dekat dengan China.
Pada hari Kamis, pesawat pembom Cina terbang di sekitar Taiwan dalam apa yang disebut angkatan udara sebagai "Misi Suci".
Baca: Jalankan 'Misi Suci', Pesawat Pembom China Mengitari Taiwan
Dewan Urusan Darat Taiwan mengatakan latihan China, termasuk penerbangan oleh pesawat pembom, "intimidasi militer".
Baca: Taiwan Sebut Latihan Tembak Militer China Aksi Intimidasi
Taiwan adalah salah satu masalah paling sensitif China dan potensi konflik. China telah meningkatkan latihan militer di sekitar pulau itu selama setahun terakhir.
Manuver Cina datang pada saat ketegangan yang meningkat antara Beijing dan Taipei dan seiring peringatan kuat dari Presiden China Xi Jinping bulan lalu terhadap separatisme Taiwan.
Xi Jinping memimpin aksi militer terbesar yang pernah ditampilkan militer bulan ini di Laut Cina Selatan, yang melibatkan 76 jet tempur dan satu armada 48 kapal selam dan kapal perang.
Kegiatan militer China dan meningkatnya ketegasan telah membuat khawatir tetangganya serta Amerika Serikat, yang komando Pasifiknya menyebut China sebagai "kekuatan yang mengganggu" pada bulan Januari.
(ian)