Disebut Alami 'Kebingungan Sesaat' Soal Sanksi Rusia, Haley Berang

Rabu, 18 April 2018 - 16:30 WIB
Disebut Alami Kebingungan...
Disebut Alami 'Kebingungan Sesaat' Soal Sanksi Rusia, Haley Berang
A A A
WASHINGTON - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, naik pitam dengan pernyataan seorang pembantu Gedung Putih. Haley disebut mengalami "kebingung sesaat" terkait sanksi baru terhadap Rusia.

"Dengan segala hormat, saya tidak bingung," tegas Haley kepada televisi Fox News seperti dikutip BBC, Rabu (18/4/2018).

Haley menanggapi komentar penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow.

Cerita bermula saat Haley mengatakan AS sedang mempersiapkan sanksi baru terhadap perusahaan-perusahaan Rusia pada akhir pekan lalu.

Baca: Dukung Suriah, AS Bakal Jatuhkan Sanksi kepada Rusia

Namun kemudian Gedung Putih mengatakan belum mengambil keputusan terkait kebijakan tersebut.

Baca: AS Tunda Jatuhkan Sanksi Baru kepada Rusia

Dalam komentar awalnya, yang dibuat di televisi CBS, Haley mengatakan langkah-langkah baru akan menargetkan segala jenis perusahaan yang berurusan dengan peralatan yang terkait dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan penggunaan senjata kimia.

Haley mengatakan, sanksi baru akan mengirim pesan kuat kepada para pemimpin Rusia.

Pernyataan itu membuat marah Presiden Donald Trump, The New York Times melaporkan. Perbincangan itu menjadi konsumsi publik pada hari Selasa, ketika Kudlow berusaha untuk mengklarifikasi posisi pemerintah Trump terkait sanksi tersebut.

Dia mengatakan Haley telah melakukan pekerjaan yang hebat.

"Mungkin ada beberapa kebingungan sesaat tentang itu. Saya pikir masalah di sini adalah kami memiliki satu set sanksi dan sanksi tambahan sedang dipertimbangkan tetapi belum ditentukan," imbuh Kudlow.

Komentar dan tanggapan tajam dari Haley - menyangkal kebingungannya, dalam wawancara beberapa jam kemudian - membuat para pengamat menyoroti perpecahan dalam pemerintahan.

Haley dianggap sebagai tokoh utama dalam kebijakan luar negeri dalam pemerintahan, terutama sejak pemecatan Rex Tillerson sebagai Menteri Luar Negeri bulan lalu.

Ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat telah meningkat sejak AS, Inggris dan Prancis melakukan serangan di Suriah pekan lalu. Aksi itu sebagai tanggapan atas dugaan serangan senjata kimia Suriah.

Rusia dan Suriah, sekutunya, bersikeras bahwa tidak ada serangan kimia yang terjadi di kota Douma yang dikuasai pemberontak pada 7 April lalu.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
2 jam yang lalu
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
3 jam yang lalu
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
4 jam yang lalu
4 Alasan Iran Kini Lebih...
4 Alasan Iran Kini Lebih Siap Hadapi Serangan AS, Sudah Memahami Musuh
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
6 jam yang lalu
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
7 jam yang lalu
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved