Korsel Pertimbangkan Perjanjian Damai dengan Korut

Rabu, 18 April 2018 - 11:29 WIB
Korsel Pertimbangkan...
Korsel Pertimbangkan Perjanjian Damai dengan Korut
A A A
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) kemungkinan akan berusaha untuk mengganti perjanjian gencatan senjata dengan Korea Utara (Korut) dengan perjanjian perdamaian formal. Wacan ini muncul seiring rencana pertemuan Presiden Korsel Moon Jae-in dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un minggu depan.

Meski begitu, perundingan perjanjian damai ini amat bergantung pada keinginan Pyongyang menanggalkan ambisi nuklirnya. Sejatinya kedua Korea masih terlibat konflik bersenjata karena perang Korea 1950-1953 berakhir dengan perjanjian gencatan senjata.

Kepala kantor keamanan nasional kepresidenan Korsel, Chung Eui-yong mengatakan, Seoul dan Washington sedang mengeksplorasi beberapa cara untuk memberi apresiasi kepada Korut karena menyetujui denuklirisasi dan dapat diverifikasi.

Di antara pilihannya adalah perjanjian damai dengan Korsel dan Amerika Serikat (AS).

"Kami sedang mendiskusikan bagaimana kami dapat menghapus masalah keamanan yang dipertahankan oleh Korea Utara," kata Chung seperti dikutip The Guardian dari kantor berita Yonhap, Rabu (18/4/2018).

"Kami juga telah mengadakan diskusi mendalam tentang bagaimana kami dapat menjamin masa depan Korea Utara yang cerah jika Korea Utara membuat keputusan yang tepat," imbuhnya.

Presiden AS Donald Trump telah memberikan restu pembicaraan yang ditujukan untuk mengakhiri perang Korea secara formal.

“Orang-orang tidak menyadari bahwa Perang Korea belum berakhir. Itu sedang terjadi sekarang. Dan mereka sedang mendiskusikan berakhirnya perang,” kata Trump.

"Merujuk pada kesepakatan itu mereka mendapatkan restu saya dan mereka mendapatkan restu saya untuk membahas itu," imbuhnya.

Meningkatkan harapan untuk terobosan besar di serangkaian pertemuan yang akan datang, Trump mengatakan peluang besar untuk memecahkan masalah dunia berada dalam jangkauan di semenanjung Korea.

Kedua negara Korea menandatangani gencatan senjata pada tahun 1953. Kim Jong-un dan Moon Jae-in akan bertemu untuk pertama kalinya pada tanggal 27 April mendatang.

Korut sendiri belum memberikan tanggapan terkait usulan perjanjian damai ini. Namun, Kim Jong-un dilaporkan telah memberitahu Chung Eui-yong saat berkunjung ke Pyongyang pada Maret lalu bahwa rezim Korut mempertimbangkan menyerahkan persenjataan nuklirnya dengan imbalan jaminan keamanan dari Korsel dan AS.
(ian)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
48 menit yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
1 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
2 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
3 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved