Korban Selamat Serangan Kimia Suriah Ingin Traktir Trump Minum Bir

Senin, 16 April 2018 - 05:50 WIB
Korban Selamat Serangan...
Korban Selamat Serangan Kimia Suriah Ingin Traktir Trump Minum Bir
A A A
WASHINGTON - Seorang korban selamat dari serangan kimia Suriah pada 2013 ingin mentraktir Presiden Donald Trump bir. Ia ingin berbagi pengalamannya tentang kondisi di negara itu.

Kassem Eid mengatakan kepada pembaca berita CNN Ana Cabrera bahwa ia tinggal di bawah pengepungan dan pemboman oleh pemerintah Suriah selama dua tahun. Ia pun mengaku senang Presiden Trump telah berusaha melakukan sesuatu untuk rakyat Suriah.

"Saya hanya ingin memberi tahu Tuan Trump secara langsung: saya pengungsi Suriah yang selamat dari serangan senjata kimia, yang hidup di bawah pengepungan dan pemboman selama dua tahun oleh pemerintah," kata Eid.

"Aku ingin sekali, seperti, membelikanmu bir, dan hanya duduk di depanmu serta memberitahumu betapa buruknya di Suriah," sambungnya.

"Ia sekali lagi, kemarin, membuktikan bahwa Anda memiliki hati yang besar. Setidaknya jauh lebih besar daripada Obama karena Anda benar-benar mencoba melakukan sesuatu. Kita perlu komitmen nyata, jangka panjang untuk membawa perdamaian ke Suriah," tukasnya seperti dikutip dari CNN, Senin (16/4/2018)

AS, bersama dengan Inggris dan Perancis, meluncurkan serangan udara terkoordinasi pada Sabtu pagi. Serangan itu ditujukan kepada situs-situs senjata kimia Suriah dalam menanggapi dugaan serangan kimia. Dalam pidatonya yang mengumumkan serangan itu, Trump menyalahkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad atas dugaan serangan itu.

Trump menyebut serangan itu "dilaksanakan dengan sempurna," di Twitter, menulis, "misi selesai!"

Pemerintah Suriah sendiri membantah terlibat dalam serangan kimia.

Pada Agustus 2013, saat itu Presiden Barack Obama mengatakan bahwa AS telah menetapkan Suriah telah meluncurkan serangan senjata kimia yang menargetkan rakyatnya sendiri. Obama memilih untuk mencari persetujuan kongres atas penggunaan kekuatan militer di Suriah.

"Ketika Obama mempertimbangkan meluncurkan serangan udara di Suriah 2013, ia memutuskan untuk pergi ke Kongres sebelum menyerang, dan perlawanan yang ia hadapi di sana meyakinkan presiden untuk tidak menyerang Assad," lapor CNN.

Pada tahun 2014, Obama mengumumkan serangkaian serangan udara terhadap apa yang digambarkan oleh presiden sebagai "target ISIS di Suriah," menggunakan istilah alternatif untuk kelompok teroris yang lebih dikenal sebagai ISIS.

Trump melancarkan serangan militer terhadap rezim Suriah hampir satu tahun lalu menargetkan pangkalan udara pemerintah juga sebagai tanggapan terhadap serangan senjata kimia yang menewaskan warga sipil.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump: Suriah...
Donald Trump: Suriah Kacau, Biarkan Saja, AS Jangan Terlibat!
AS Kirim Kendaraan Lapis...
AS Kirim Kendaraan Lapis Baja ke Suriah
Berita Terkini
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
11 menit yang lalu
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
37 menit yang lalu
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
1 jam yang lalu
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
3 jam yang lalu
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
4 jam yang lalu
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
6 jam yang lalu
Infografis
Balas Trump, Denmark...
Balas Trump, Denmark Ingin Beli California Rp16.341 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved