Bom Kembar Saat Pemakaman Pejuang Anti ISIS, 25 Tewas

Sabtu, 14 April 2018 - 00:37 WIB
Bom Kembar Saat Pemakaman...
Bom Kembar Saat Pemakaman Pejuang Anti ISIS, 25 Tewas
A A A
BAGHDAD - Sedikitnya 25 orang tewas dan 18 luka-luka dalam serangan bom pada pemakaman bagi para pejuang Irak yang tewas oleh ISIS. Demikian laporan pihak kepolisian dan petugas medis.

"Dua bom meledak ketika prosesi pemakaman memasuki pekuburan di Asdira," kata walikota desa Salaheddin Shaalan seperti dikutip dari AFP, Sabtu (14/4/2018).

Desa Sunni berada di sebelah selatan Sharqat, salah satu benteng terakhir dari kelompok ISIS di utara negara itu akan direbut kembali oleh pasukan Irak.

"Secara total, 25 orang tewas dan 18 luka-luka, empat di antaranya masih dalam kondisi kritis," kata seorang perwira polisi, dengan syarat anonimitas, merevisi jumlah korban sebelumnya.

Sumber-sumber medis juga telah mengkonfirmasi angka-angka baru itu.

Ini adalah serangan paling mematikan di Irak sejak pemboman bunuh diri ganda pada 16 Januari di Baghdad merenggut 31 jiwa.

Serangan itu terjadi selama pemakaman lima anggota unit-unit paramiliter Hashed al-Shaabi yang tewas pada Rabu malam di desa yang sama, 250 kilometer utara Baghdad.

Sebagian besar unit paramiliter Syiah, yang juga termasuk pasukan suku Sunni, memainkan peran kunci di samping tentara dalam mengusir anggota ISIS dari kota-kota Irak tahun lalu.

Pemerintah Irak menyatakan kemenangan atas ISIS pada Desember setelah mendorong anggota ISIS keluar dari kekuasaan terakhir mereka di sepanjang perbatasan dengan Suriah.

Namun kelompok itu tetap memiliki kapasitas untuk menyerang kendati kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah Irak yang direbut pada tahun 2014.

Kelompok ISIS berhasil menguasai sejumlah jalan di malam hari, terutama di provinsi Salaheddin di mana serangan Kamis terjadi, dan provinsi Anbar di sepanjang perbatasan dengan Suriah, kata pakar keamanan.

Irak bersiap untuk pemilihan legislatif yang ditetapkan dilakukan pada 12 Mei.

Sejak invasi pimpinan AS pada 2003 dan jatuhnya rezim Saddam Hussein, jajak pendapat di Irak secara konsisten dirusak oleh kekerasan.

Namun dalam pemilihan bulan depan, negara ini menikmati jeda dari kekerasan.
(ian)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
18 menit yang lalu
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
51 menit yang lalu
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
1 jam yang lalu
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
1 jam yang lalu
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
5 jam yang lalu
Infografis
25 Drone Kamikaze yang...
25 Drone Kamikaze yang Dioperasikan India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved