AS-Rusia Bersitegang di Suriah, Turki Risih
Kamis, 12 April 2018 - 21:25 WIB
AS-Rusia Bersitegang di Suriah, Turki Risih
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki, Tayyip Erdogan menuturkan bahwa Turki sangat tidak nyaman dengan tindakan sejumlah negara, yang menurutnya telah mengubah Suriah menjadi arena "adu panco".
"Kami sangat tidak nyaman bahwa beberapa negara, yang bergantung pada kekuatan militer mereka, mengubah Suriah menjadi arena panco," kata Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (12/4).
Erdogan kemudian menuturkan dia telah berbicara melalui telepon dengan Presiden AS, Donald Trump kemarin untuk membahas perkembangan terbaru di Suriah dan akan segera melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
"Hari ini, saya akan berbicara dengan Putin. Bagaimana kita bisa menghentikan pembantaian menggunakan senjata kimia ini (di Suriah), saya akan berbicara lagi dengannya tentang ini," ungkapnya.
Pernyataan Erdogan ini sendiri datang sehari setelah Trump memperingatkan Rusia di Twitter bahwa AS akan meningkatkan keterlibatan militer di Suriah, menyusul dugaan serangan kimia di Douma, Eastern Ghouta pada 8 April yang menewaskan puluhan orang.
Trump juga menyalahkan Moskow karena menjadi mitra dengan "hewan pembunuh gas", mengacu pada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Kicauan Trump merupakan respon atas peringatan yang dilontarkan Moskow bahwa risiko bentrokan militer langsung antara Rusia dan AS di Suriah lebih tinggi dari sebelumnya.
"Kami sangat tidak nyaman bahwa beberapa negara, yang bergantung pada kekuatan militer mereka, mengubah Suriah menjadi arena panco," kata Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (12/4).
Erdogan kemudian menuturkan dia telah berbicara melalui telepon dengan Presiden AS, Donald Trump kemarin untuk membahas perkembangan terbaru di Suriah dan akan segera melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
"Hari ini, saya akan berbicara dengan Putin. Bagaimana kita bisa menghentikan pembantaian menggunakan senjata kimia ini (di Suriah), saya akan berbicara lagi dengannya tentang ini," ungkapnya.
Pernyataan Erdogan ini sendiri datang sehari setelah Trump memperingatkan Rusia di Twitter bahwa AS akan meningkatkan keterlibatan militer di Suriah, menyusul dugaan serangan kimia di Douma, Eastern Ghouta pada 8 April yang menewaskan puluhan orang.
Trump juga menyalahkan Moskow karena menjadi mitra dengan "hewan pembunuh gas", mengacu pada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Kicauan Trump merupakan respon atas peringatan yang dilontarkan Moskow bahwa risiko bentrokan militer langsung antara Rusia dan AS di Suriah lebih tinggi dari sebelumnya.
(esn)