Mogok Kerja di Jerman Berlanjut

Kamis, 12 April 2018 - 12:57 WIB
Mogok Kerja di Jerman...
Mogok Kerja di Jerman Berlanjut
A A A
BERLIN - Serikat buruh di Jerman terus meningkatkan tekanan dengan menggelar mogok kerja para pegawai sektor publik yang memasuki hari kedua, kemarin.

Sebanyak lebih dari 25.000 pekerja melakukan mogok di rumah sakit, pusat perawatan anak dan pengumpulan sampah. Tidak ada penerbangan yang terganggu pada aksi mogok kerja kemarin.

Sebelumnya, mogok kerja mengakibatkan kekacauan perjalanan udara, termasuk pembatalan ratusan penerbangan, membuat ribuan orang terlantar. Serikat buruh Verni ingin kenaikan gaji 6% untuk 2,3 juta pegawai sektor publik.

Meski demikian pemerintah federal dan daerah menolak permintaan itu karena dinilai terlalu tinggi. Negosiasi selanjutnya akan digelar pada 15 April.

Kepala Verdi Frank Bsirske menjelaskan, pemerintah akan menawarkan langkah kongkrit pada putaran perundingan ketiga untuk menghindari meningkatnya eskalasi. “Semua akan berkonfrontasi,” kata dia.

Negara bagian Bavaria dan Baden-Wuerttemberg menjadi yang paling buruk terkena dampak mogok kerja kemarin. Namun mogok kerja juga mempengaruhi wilayah lain termasuk North Rhine-Westphalia yang paling padat penduduknya di Jerman.

Kepala serikat buruh pegawai negeri sipil Bavarian, Rolf Habermann menjelaskan, otoritas harus memeberi tawaran yang mencerminkan menguatnya perekonomian Jerman. “Ada cukup perbincangan, ritual yang telah lama berjalan,” katanya.

Jerman sebagai ekonomi terbesar Eropa menetapkan pajak pendapatan yang tinggi dan kini membukukan surplus anggaran. Turunnya angka pengangguran, rendahnya bunga pinjaman telah mendorong konsumsi.

Bank Sentral Eropa (ECB) tetap menutup mata pada negosiasi gaji Jerman sebagai tanda bahwa kenaikan gaji berpotensi meningkatkan inflasi dan ECB dapat mulai menurunkan program stimulus.

Pada Selasa (10/4), lebih dari 90.000 penumpang pesawat telantar di berbagai bandara Jerman karena mogok massal yang dilakukan pekerja sektor publik untuk menekan kenaikan gaji sebesar 6%.

Aksi mogok massal yang dikoordinasi serikat buruh Verdi itu dilaksanakan di berbagai penjuru Jerman. Maskapai penerbangan terbesar Jerman, Lufthansa mengungkapkan, lebih dari 800 penerbangan dibatalkan dari 1.600 penerbangan kemarin. Operator bandara Frankfurt memperingatkan adanya gangguan akibat mogok massal tersebut.

Seperti di Frankfurt, bandara tersibuk di Jerman, seperti bandara di Munich, Cologne, dan Bremen, juga terkena dampak akibat mogok massal tersebut. Mogok massal itu juga berdampak pada sektor keperawatan, pelayanan kebersihan, dan pegawai kolam renang di beberapa negara Jerman. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
36 menit yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
1 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
2 jam yang lalu
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
3 jam yang lalu
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
3 jam yang lalu
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved