Eurocontrol: Dalam 72 Jam Mungkin Ada Serangan Rudal ke Suriah

Rabu, 11 April 2018 - 07:22 WIB
Eurocontrol: Dalam 72...
Eurocontrol: Dalam 72 Jam Mungkin Ada Serangan Rudal ke Suriah
A A A
BRUSSELS - Eurocontrol, sebuah badan Uni Eropa untuk urusan lalu lintas udara di Eropa mengeluarkan peringatan bahwa kemungkinan ada serangan rudal ke Suriah dalam waktu 72 jam terhitung sejak hari Senin. Badan itu mengeluarkan Rapid Alert Notification agar operator penerbangan di Mediterania timur berhati-hati.

Menurut badan tersebut, potensi serangan rudal kemungkinan berasal dari negara-negara NATO.

"Karena kemungkinan peluncuran serangan udara ke Suriah dengan rudal air-to-ground dan/atau rudal jelajah dalam 72 jam ke depan, dan kemungkinan ada gangguan intermiten peralatan navigasi radio, pertimbangan waspada harus diambil ketika merencanakan operasi penerbangan di daerah FIR (flight information region) Mediterania Timur/Nicosia," bunyi peringatan Eurocontrol yang dilansir Russia Today, semalam (10/4/2018).

Dalam peringatan tersebut pilot diminta untuk siap untuk NOTAM (Pemberitahuan untuk Penerbang) mengenai risiko penerbangan dan hambatan yang mungkin timbul.

Baca: Kapal Perang AS Dilaporkan Menuju Suriah usai Ancaman Trump

Peringatan tersebut muncul beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan terhadap rezim Suriah, termasuk dengan opsi militer. Ancaman Trump itu sebagai respons atas dugaan serangan senjata kimia di Douma, di mana rezim Presiden Bashar al-Assad sebagai pihak yang disalahkan.

Trump telah melakukan pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya untuk merespons rezim Suriah. Kepada wartawan, presiden Amerika itu mengatakan bahwa "keputusan besar" akan dia ambil dalam 24-48 jam setelah pertemuan tersebut.

Tak lama setelah ancaman Trump keluar, pangkalan udara T-4 Suriah di dekat Homs diserang rudal oleh dua jet tempur. Rezim Assad sempat menduga AS sebagai pelakunya. Namun, serangan itu ternyata dilakukan oleh dua jet tempur F-15 Israel dengan korban tewas sekitar 14 orang.

Meski demikian, Washington tak main-main dengan ancamannya. Armada kapal induk USS Harry S Truman telah dikerahkan untuk menuju Timur Tengah.
(mas)
Berita Terkait
Menlu Italia: Uni Eropa...
Menlu Italia: Uni Eropa Didominasi Amerika Serikat
Uni Eropa akan Terus...
Uni Eropa akan Terus Dukung Ukraina Tanpa Amerika Serikat
Uni Eropa Depak Amerika...
Uni Eropa Depak Amerika Serikat dari Daftar Perjalanan Aman
Negara-negara Eropa...
Negara-negara Eropa yang Dihasut Amerika Serikat untuk Boikot Gas Rusia
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Medvedev: Uni Eropa...
Medvedev: Uni Eropa Sekarang Jadi Musuh Rusia
Berita Terkini
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
34 menit yang lalu
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
1 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
2 jam yang lalu
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
3 jam yang lalu
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
3 jam yang lalu
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved