Selain Ancam Qatar Jadi Pulau, Kanal Saudi Juga untuk Limbah Nuklir

Selasa, 10 April 2018 - 11:29 WIB
Selain Ancam Qatar Jadi...
Selain Ancam Qatar Jadi Pulau, Kanal Saudi Juga untuk Limbah Nuklir
A A A
RIYADH - Pemerintah Riyadh sedang merencanakan membangun kanal Salwa di perbatasan Arab Saudi dan Qatar. Kanal itu tak hanya mengancam wilayah Qatar menjadi pulau tapi juga akan difungsikan sebagai tempat pembuangan limbah nuklir.

Negara yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ini bahkan berencana membangun pangkalan militer di zona kanal Salwa. Rencana dari proyek senilai 2,8 miliar riyal Saudi ini diulas surat kabar Al Riyadh.

Sebelumnya, surat kabar online Sabq merinci rencana pembangunan kanal Salwa yang panjangnya akan mencapai 60 kilometer (37,5 mil), lebar 200 meter dan kedalaman hingga 20 meter.

Jika terealisasi, kanal ini akan berdiri di panjang wilayah perbatasan Saudi dengan Qatar. Artinya, negara kecil yang kaya di Teluk itu praktis terisolasi oleh kanal Salwa.

Menurut laporan Al Riyadh dengan sumber yang mengetahui tentang rencana proyek kanal Salwa, sebagian dari zona kanal akan difungsikan untuk pangkalan militer dan fasilitas untuk pembuangan limbah nuklir dari reaktor nuklir yang sedang direncanakan dibangun oleh Amerika Serikat (AS).

Pusat Komunikasi Internasional Pemerintah Saudi tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar. Uni Emirat Arab (UEA) yang jadi sekutu Riyadh justru muncul untuk mengonfirmasi proyek kanal tersebut. Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri UEA Anwar Gargash melalui Twitter menulis; "Keheningan Qatar pada proyek kanal adalah bukti ketakutan dan kebingungan mereka."

Baca: Saudi Bangun Kanal, Qatar Terancam Jadi 'Sebuah Pulau'

Pembangunan kanal Salwa akan memperdalam keretakan hubungan antara Qatar dan kuartet Arab, yakni Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir. Empat negara itu telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha sejak Juni tahun lalu atas tuduhan Qatar mendukung terorisme, yang telah berulang kali dibantah oleh Doha.

Proyek kanal ini sedang sedang menunggu perizinan. Pembangunannya diperkirakan akan selesai dalam waktu 12 bulan. Al Riyadh melaporkan bahwa pos perbatasan Saudi-Qatar telah dibersihkan oleh petugas bea cukai dan imigrasi, sehingga penjaga perbatasan dapat mengambil alih pengelolaan wilayah tersebut.

Proyek ini akan dibiayai oleh investor swasta Saudi dan Emirat. Sedangkan perusahaan Mesir akan menjadi penggali kanal.

Secara terpisah, pihak berwenang Emirat juga berencana untuk membangun pembuangan limbah nuklir di titik perbatasan Qatar dan Uni Emirat Arab.

"(Kanal) akan memutus semua perbatasan darat, dan itu akan menjadi wilayah Saudi secara murni untuk panjang 1 km dari perbatasan resmi dengan negara Qatar. Ini akan membuat wilayah terestrial yang berdekatan dengan Qatar menjadi zona militer untuk perlindungan dan pemantauan," tulis Saudi Gazette, dalam laporannya, yang dikutip Selasa (10/4/2018).
(mas)
Berita Terkait
Sengketa Wilayah, Saudi:...
Sengketa Wilayah, Saudi: Keputusan Pengadilan Tak Terkait Keluhan Qatar
Ingin Jadi Sekutu Sejati...
Ingin Jadi Sekutu Sejati AS, Arab Saudi Ingin Pakta Pertahanan seperti Qatar
GCC Sambut Kesepakatan...
GCC Sambut Kesepakatan Arab Saudi dan Qatar Buka Lagi Perbatasan
Begini Ekspresi Kekalahan...
Begini Ekspresi Kekalahan Lionel Messi Dkk Usai Dipermalukan Arab Saudi di Laga Perdana
Negara-negara Arab Tegaskan...
Negara-negara Arab Tegaskan Dukungan pada Raja Yordania
Hadiri Pembukaan Piala...
Hadiri Pembukaan Piala Dunia, Pangeran Mohammed bin Salman Berterima Kasih pada Emir Qatar
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
44 menit yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
2 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
2 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
4 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
4 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
6 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved