Trump Ancam Rezim Suriah: Kami Punya Banyak Opsi Militer!

Selasa, 10 April 2018 - 07:15 WIB
Trump Ancam Rezim Suriah:...
Trump Ancam Rezim Suriah: Kami Punya Banyak Opsi Militer!
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump kembali mengancam akan menyerang rezim Suriah atas tuduhan serangan senjata kimia di Douma. Trump mengatakan, Washington memiliki banyak opsi militer untuk rezim Damaskus.

Pemimpin Gedung Putih telah bertemu dengan komandan militer AS untuk membahas kemungkinan "respons yang kuat" terhadap dugaan serangan kimia di Suriah. Washington bahkan siap bertindak meski tanpa mandat atau persetujuan PBB.

"Serangan kimia yang diduga terjadi di Suriah akan ditanggapi dan itu akan ditanggapi dengan paksa," kata Trump kepada wartawan pada Senin malam.

"Kami tidak dapat membiarkan kekejaman seperti yang kita semua saksikan. Kami tidak dapat membiarkan itu terjadi di dunia kita," ujar Trump."Terutama jika karena kekuatan AS, kita dapat menghentikannya."

"Kami mendapatkan kejelasan yang sangat baik tentang siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu," imbuh sang presiden. "Kami memiliki banyak opsi militer, dan kami akan segera memberi tahu Anda."

Sebelumnya pada hari yang sama, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa serangan kimia di Douma, pinggiran Damaskus, pada hari Sabtu sebagai fakta yang terbukti. Haley menyalahkan Rusia dan Presiden Bashar al-Assad yang dia sebut "monster" atas serangan tersebut.

Serangan Kimia Rekayasa?

Sementara itu, pasukan Rusia dan Suriah memeriksa area Douma yang dilaporkan jadi lokasi serangan kimia. Area yang telah dibersihkan dari kelompok militan Jaysh al-Islam tidak ditemukan jejak agen atau racun kimia. Tidak ada pasien di rumah sakit setempat dengan tanda-tanda adanya keracunan zat kimia.

"Semua fakta ini menunjukkan bahwa tidak ada senjata kimia yang digunakan di kota Douma, seperti yang diklaim oleh White Helmets," kata Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah dalam sebuah pernyataan, mengacu pada kelompok yang kerap melaporkan serangan kimia di Suriah, seperti dikutip Russia Today, Selasa (10/4/2018).

Pernyataan itu itu menyebut foto-foto yang disutradarai White Helmets dari dugaan serangan kimia adalah berita palsu.

Sebelumnya, Presiden Trump telah melontarkan kata-kata kasar terkait dugaan serangan kimia di Suriah. Dia menyebut Assad sebagai "binatang" dan bersumpah bahwa rezim Assad akan membayar "harga mahal" atas serangan tersebut.

Ancaman Trump ini mengigatkan kata-katanya setahun lalu, ketika AS meluncurkan rudal-rudal jelajah Tomahawk terhadap pangkalan udara Suriah setelah kelompok militan anti-pemerintah Assad menuduh Damaskus melakukan serangan kimia di kota Khan Shaykhun.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
42 menit yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
3 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
5 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
5 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
6 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 jam yang lalu
Infografis
Trump Serius Ancam Iran...
Trump Serius Ancam Iran dengan Kekuatan Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved