Trump Bekukan Status Kepala Staf Gedung Putih

Sabtu, 07 April 2018 - 09:22 WIB
Trump Bekukan Status...
Trump Bekukan Status Kepala Staf Gedung Putih
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan akan membekukan kepala staf Gedung Putih John Kelly, kecuali jika ada pertemuan dan diskusi penting.

Kelly, yang bertugas memperbaiki kekacauan di West Wing pada bulan Juli lalu, kini telah hilang dari pandangan. Selama berbulan-bulan, Kelly menerima telepon untuk Presiden, terutama dengan para pemimpin dunia.

Namun, Kelly berada di garis yang bersebrangan saat Trump menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengucapkan selamat. Jenderal Marinir bintang empat ini juga menetang penunjukkan John Bolton, seorang diplomat neo-konservatif, sebagai Penasihat Keamanan Nasional. Tapi daripada mendengarkan kepala stafnya, Trump memberi jalan bagi Bolton menjalankan peran itu dan mengatakan kepada Kelly akan memberikan penjelasan nanti.

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump dikatakan telah membuat berbagai keputusan tanpa berkonsultasi dengan Kelly. Trump tampaknya lebih memilih untuk memerintah sendiri dengan kecepatan sangat tinggi.

"Trump baru-baru ini mengatakan kepada salah satu orang kepercayaannya bahwa ia lelah diberi tahu atau tidak oleh kepala stafnya," ujar sebuah sumber kepada AP.

Kelly tahun lalu telah membuat gerakan untuk mengontrol informasi apa yang dilihat Trump dan siapa yang memiliki akses ke presiden. Namun pemimpin AS itu sekarang dikatakan memberontak terhadap pembatasan tersebut.

Pada bulan Maret, NBC News melaporkan bahwa Trump telah mempertimbangkan memecat Kelly dan tidak memberikan nama pengganti.

Mengutip tiga orang yang sangat mengetahui hal itu, NBC News mengatakan Trump mengeluarkan gagasan itu kepada rekan dekatnya bahwa ia dapat menjalankan West Wing merangkap sebagai kepala staf, mirip dengan bagaimana ia menjalankan kerajaan bisnisnya sendiri.

"Presiden tampaknya telah mengajukan proposal untuk itu saat ini," lapor NBC yang dikutip Independent, Sabtu (7/4/2018).

Kelly adalah kepala staf kedua Trump dalam jangka waktu setahun empat bulan duduk sebagai presiden. Sebelum Kelly, kepala staf Gedung Putih adalah Reince Priebus. Priebus dipecat pada bulan Juli 2017 karena diduga membocorkan rahasia internal pemerintahan Trump kepada media.

Baca juga:
Trump Pecat Kepala Staf Gedung Putih yang Diduga Bocorkan Rahasia Internal


Ada beberapa laporan menganggap Kelly mengundurkan diri dari peran penjaga gawang, tetapi kemudian hal itu disanggahnya.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
20 menit yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
26 menit yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
2 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
3 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
4 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved