Dari Pesawat 'Kiamat' Ini, AS Bisa Kobarkan Perang Nuklir

loading...
Dari Pesawat Kiamat Ini, AS Bisa Kobarkan Perang Nuklir
Dari Pesawat 'Kiamat' Ini, AS Bisa Kobarkan Perang Nuklir
WASHINGTON - Jika Rusia membidik Amerika Serikat (AS) dengan rudal balistik antarbenua seperti rudal "Setan 2" yang baru saja diuji coba. Atau jika Korea Utara tiba-tiba menargetkan gudang senjata nuklir Washington, maka komandan tertinggi Amerika Serikat memiliki celah kecil untuk mendapatkan keselamatan.

Jika salah satu atau kedua serangan itu terjadi, Washington sudah siap untuk menjalankan skenario perang nuklir yang dijalankan dari pesawat E-6B yang dijuluki sebagai pesawat "Doomsday" atau pesawat "Kiamat".

Skenario perang nuklir sebagai respons jika Washington diserang tersebut akan dijalankan oleh jenderal bintang empat yang memang sebagai eksekutor. Skenario itu hanya berlangsung beberapa menit setelah mendapat perintah dari komandan tertinggi yakni Presiden AS.

"Saya memiliki beberapa menit untuk naik ke pesawat itu dan pesawat itu turun dan jaraknya aman sebelum senjata nuklir meledak di sini," kata John Hyten, Kepala Komando Strategis AS kepada CNN dalam wawancaranya di sebuah markas besar di Pangkalan Udara Offutt di Nebraska timur.





Di pangkalan itu, jam hitung mundur selalu terlihat oleh Hyten, sang jenderal bintang empat Pentagon. Jam itu memberi tahu dia berapa menit jauhnya sebuah rudal musuh akan datang dan terjadi hantaman. Jam itu pula yang membuatnya bisa tahu berapa banyak waktu yang harus dilewati sampai dia naik pesawat yang paling penting, yakni pesawat "kiamat".

"Jalan akan terbuka di pangkalan ini dan saya akan langsung menuju landasan," kata Hyten.

Pesawat Angkatan Laut E-6B yang memiliki badan pesawat dari Boeing 707, beroperasi sebagai komando lengkap dan fasilitas kontrol di udara di mana Hyten atau salah satu perwira seniornya dapat melaksanakan perintah Presiden AS jika markas di Nebraska berada di bawah perintah untuk menyerang.

"Saya melihat jet ini dan seluruh perusahaan nuklir, karena ini adalah kebijakan jaminan Amerika," kata Brigadir Jenderal Gregory Bowen, wakil direktur operasi global di Komando Strategis AS kepada CNN selama tur di pesawat. "Ini memastikan kelangsungan hidup kita sebagai bangsa jika Anda mau."
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top