Uni Eropa Bakal Ubah Skema Bantuan untuk Indonesia

Selasa, 27 Maret 2018 - 14:59 WIB
Uni Eropa Bakal Ubah...
Uni Eropa Bakal Ubah Skema Bantuan untuk Indonesia
A A A
JAKARTA - Uni Eropa (UE) menyatakan akan mengubah skema bantuan untuk Indonesia, dari bantuan untuk penguatan ekonomi menjadi bantuan untuk organisasi masyarakat.

Alasan pengubahan itu karena UE melihat ekonomi Indonesia sudah sangat berkembang.

Duta Besar UE untuk Indonesia Vincent Guerend mengatakan, pada tahun lalu UE dan Indonesia memiliki program guna memfasilitasi pengusaha Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan UE. Program itu berakhir pada akhir 2017.

"Tahun lalu kami punya kerja sama perdagangan, fokus pada reformasi ekonomi dan perdagangan. Program ini sudah selesai pada akhir 2017. Kini, kami terus mendukung organisasi masyarakat di Indonesia," kata Guerend pada Selasa (27/3/2018).

"Indonesia juga akan mengambil manfaat dari proyek ASEAN kami. Kami meningkatkan dukungan kami di ASEAN pada dua hal, pertama adalah konektivitas, melawan perubahan iklim dan perlindungan biodiversity," ujar Dubes Guerend.

Selain itu, lanjut Guerend, Indonesia juga akan mendapat manfaat dari program tematik UE pada level regional dan global. Tujuannya untuk perlindungan lingkungan dan isu global seperti migrasi, melawan ekstremisme dan kontraterorisme.

Salah satu program yang tengah dijalankan UE saat ini adalah "Face2Heart", di mana UE akan mengirim blogger ke beberapa negara di tiga benua. Untuk Asia, UE akan mengirimkan seorang blogger asal Kanada keturunan Jepang-China bernama Lauren Chan.

Lauren akan berkunjung ke tujuh negara Asia, termasuk di dalamnya Indonesia. Dia akan bertemu dan berbagi kisah dengan sejumlah organisasi dan tokoh masyarakat yang fokus pada masalah HAM dan lingkungan hidup.

"Proyek-proyek yang dikunjungi Lauren antara lain di Flores dan Jawa, yang fokus pada masyarakat di daerah terpencil. Itu adalah beberapa proyek yang fokus pada promosi HAM dan demokrasi.

"Saya senang Lauren berada beberapa minggu di sini untuk melihat perkembangan proyek-proyek tersebut, dan menyebarkannya lewat blog dan media sosial," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Tampilkan Keberagaman...
Tampilkan Keberagaman Budaya, Uni Eropa Selenggarakan Festival Alun-Alun Eropa di Jakarta
Uni Eropa Jamin Semua...
Uni Eropa Jamin Semua Vaksin Boleh Digunakan
Hadapi Gugatan Nikel...
Hadapi Gugatan Nikel UE, Ini 5 Jurus Pemerintah Indonesia
Lawan Disinformasi,...
Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran
UE Puji Langkah Indonesia...
UE Puji Langkah Indonesia Terima Pengungsi Rohingnya
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
Berita Terkini
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
33 menit yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
1 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
2 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
3 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
4 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
4 jam yang lalu
Infografis
Serahkan Kendali ke...
Serahkan Kendali ke Uni Eropa, Israel Mundur dari Perlintasan Rafah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved