AS Cs Usir 100 Lebih Diplomat Moskow, Ini Reaksi Rusia

Selasa, 27 Maret 2018 - 12:05 WIB
AS Cs Usir 100 Lebih...
AS Cs Usir 100 Lebih Diplomat Moskow, Ini Reaksi Rusia
A A A
NEW YORK - Inggris dibela Amerika Serikat (AS) dan sekutunya dalam perseteruannya dengan Rusia terkait tuduhan serangan racun terhadap mantan agen ganda Moskow Sergei Skripal di Salisbury. Lebih dari 100 diplomat Moskow di berbagai negara sudah dinyatakan diusir.

Australia menjadi negara terbaru yang bergabung membela Inggris dengan mengusir dua diplomat Rusia. Sebelumnya, 16 negara Uni Eropa, Kanada, Ukraina, Norwegia dan Albania juga membela London dengan melakukan tindakan serupa.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan AS dan sekutunya sudah terang-terangan memusuhi Moskow.

"Persahabatan (AS) ini melawan Rusia, tidak diragukan lagi, atas kasus yang semakin jauh, semakin banyak rincian yang suram. Tidak ada kasus, jadi untuk (apa) berbicara. Ada putusan yang dibuat tanpa investigasi," kata Nebenzia.

Dia mencatat bahwa permintaan Rusia untuk informasi tentang penyelidikan dugaan serangan racun itu telah diabaikan London. Padahal, penyelidikan itu penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Salisbury pada 4 Maret 2018 lalu.

"Semakin kita lanjut, semakin banyak pertanyaan muncul, termasuk dari saya. Apa yang terjadi sebelumnya, apakah insiden Salisbury mendahului pengusiran para diplomat Rusia, atau apakah keputusan untuk mengusir diplomat Rusia mendahului insiden Salisbury?," tanya Nebenzia, Selasa (27/3/2018).

Nebenzia mengatakan bahwa pengusiran terhadap para diplomat negaranya akan menjadi "pukulan" bagi misi diplomatik. "Tapi, saya pikir kami akan memobilisasi," ujarnya.

Dia secara khusus menyalahkan Washington yang menyalahgunakan kekuasaannya sebagai tuan rumah markas besar PBB yakni New York untuk mengusir 12 staf dari misi Rusia di PBB. Ke-12 pejabat itu bagian dari 60 diplomat Rusia yang harus hengkang dari AS.

"Pengusiran para diplomat Rusia serta langkah-langkah tidak ramah lainnya baru-baru ini, seperti pembatasan akses ke properti diplomatik Rusia, penolakan visa kepada staf misi dan lainnya, dapat dilihat sebagai tindakan AS menyalahgunakan hak-hak dan keistimewaannya sebagai negara tuan rumah," paparnya.

Sebelumnya, Gedung Putih mengonfirmasi keputusan Trump soal perintah hengkang untuk 60 utusan Moskow. ”Amerika Serikat mengambil tindakan ini bersama dengan sekutu dan mitra NATO kami di seluruh dunia sebagai tanggapan terhadap penggunaan senjata kimia kelas militer Rusia di tanah Kerajaan Inggris, yang terbaru dalam pola kegiatan destabilisasi yang sedang berlangsung di seluruh dunia,” bunyi pernyataan Gedung Putih, yang dikutip Reuters.

Gedung Putih anggap 12 utusan Moskow di PBB sebagai mata-mata yang berbahaya bagi keamanan nasional AS.

”Tindakan hari ini membuat Amerika Serikat lebih aman dengan mengurangi kemampuan Rusia untuk memata-matai orang Amerika dan melakukan operasi rahasia yang mengancam keamanan nasional Amerika. Dengan langkah-langkah ini, Amerika Serikat, sekutu dan mitra kami menjelaskan kepada Rusia bahwa tindakannya memiliki konsekuensi,” lanjut Gedung Putih.

“Amerika Serikat siap bekerja sama untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan Rusia, tetapi ini hanya bisa terjadi dengan perubahan perilaku pemerintah Rusia.”
(mas)
Berita Terkait
AS dan Inggris Bongkar...
AS dan Inggris Bongkar Metode Peretasan oleh Mata-mata Rusia
Rusia: Kacamata Pintar...
Rusia: Kacamata Pintar Facebook Bisa Jadi Alat Mata-mata Amerika Serikat
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Rusia Tolak Ultimatum...
Rusia Tolak Ultimatum AS Soal Perjanjian Mata-mata Open Skies
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Angkatan Udara Rusia...
Angkatan Udara Rusia Cegat Pesawat Mata-mata AS di Laut Hitam
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved