Rute Baru Qatas, Perth-London Nonstop

Senin, 26 Maret 2018 - 08:24 WIB
Rute Baru Qatas, Perth-London...
Rute Baru Qatas, Perth-London Nonstop
A A A
PERTH - Maskapai Australia, Qantas, mencatat sejarah baru penerbangan. Kemarin, Qantas untuk pertama kali terbang non-stop dari Perth, Australia, ke London, Inggris. Penerbangan ini memangkas waktu terbang hingga empat jam dengan menghapus transit di Singapura atau Timur Tengah.

Penerbangan selama 17 jam 20 menit itu dioperasikan oleh Boeing 787-9 Dreamliner yang tiba di London pada pukul 5.05 pagi, mencakup jarak lebih dari 14.484 km. Jalur baru itu disebut layanan “Rute Kanguru”.

Perjalanan bersama Kapten Lisa Norman itu menjadi penerbangan terjauh di dunia bagi jenis pesawat Boeing Dreamliner. Ini juga merupakan penerbangan terpanjang kedua di dunia setelah layanan Qatar Airways yang melayani rute antara Doha dan Auckland yang berjarak 14.529 km atau hanya lebih 31 km dibandingkan jarak dari Perth ke London.

“Penerbangan ini menandai hari bersejarah bagi penerbangan. Mulai hari ini penerbangan akan menjadi jalur pertama antara Australia dan Eropa yang pernah ada non-stop dalam penerbangan. Kami sangat gembira,” papar Chief Executive Officer (CEO) Qantas Alan Joyce, dikutip kantor berita Reuters.

Sekitar 730.000 turis Inggris mengunjungi Australia setiap tahun dan layanan baru itu dapat mendorong minat di negara bagian Australia Barat yang terkenal dengan pantai timurnya. “Akan ada lebih banyak peluang dibandingkan sebelumnya bagi kami untuk menunjukkan dan menyoroti semua bagian terbaik Australia, termasuk beberapa bagian ikonik dan paling hebat dari Australia Barat,” ujar Menteri Pariwisata Australia Steven Ciobo.

Layanan penerbangan ini merupakan pengubah permainan. “Untuk memiliki peluang naik pesawat di Heathrow dan keluar di Perth merupakan fenomena yang luar baisa dan saya yakin kami akan melihat banyak dan banyak orang mengambil keuntungan itu,” kata Komisioner tinggi untuk Australia di Inggris, Mena Rawlings.

Jalur baru ini merupakan bagian dari rencana ambisius Qantas yang diungkap dua tahun lalu untuk menambah penerbangan ultra-jauh dalam jadwal global. Ini akan termasuk penerbangan non-stop dari pantai timur Australia ke Eropa yang akan dinamai “Proyek Matahari Terbit”.

Tahun lalu, CEO Qantas Alan Joyce menyatakan, “Penerbangan semacam itu merupakan perbatasan terakhir penerbangan global, penangkal tirani jarak dan revolusi bagi perjalanan udara di Australia.”

Qantas sebagai maskapai tertua kedua di dunia itu pertama kali mengoperasikan layanan “Rute Kanguru” dari Sydney ke London pada 1947 yang saat itu membutuhkan waktu empat hari dan sembilan transit.

Salah satu kekhawatiran utama maskapai asal Australia adalah meningkatkan kenyamanan untuk perjalanan ultra-jauh tersebut. Para penumpang akan menikmati kualitas udara yang lebih baik, kebisingan kabin yang lebih rendah dan turbulensi yang lebih sedikit.

“Beberapa penumpang juga akan mengenakan peralatan monitor khusus sehingga para peneliti dari Universitas Sydney dapat mengumpulkan data tentang tidur mereka dan pola aktivitas, kondisi mental, pola makan dan hidrasi, sebelum, selama dan setelah penerbangan panjang mereka,” ungkap laporan Sydney's Daily Telegraph.

Ini bukan pertama kali Qantas melayani penerbangan langsung dari Australia ke Eropa. Maskapai itu pada 2015 menerbangan layanan dari Perth ke Istanbul untuk membawa warga Australia ke Gallipoli, Turki, untuk memperingati satu abad sejak tentara dari Australia dan Selandia Baru bertempur di sana ketika Perang Dunia I.

Qantas juga menerbangan satu penerbangan penumpng non-stop dari London ke Sydney pada 1989 dengan pesawat Boeing 747.

Sebelum layanan baru Qantas itu, penerbangan terpanjang ke Inggris adalah rute sepanjang 11.708 km antara Heathrow dan Jakarta yang dioperasikan Garuda Indonesia. Qantas berencana mengenalkan penerbangan non-stop dari pantai timur Australia ke Inggris dalam beberapa tahun mendatang.

Beberapa penerbangan internasional non-stop terpanjang di dunia termasuk Qatar Airways yang melayani rute antara Doha dan Auckland sepanjang 14.529 km yang merupakan rute terpanjang di dunia dengan waktu tempuh 17 jam 40 menit.

Ada juga Emirates yang melayani rute antara Dubai dan Auckland sepanjang 14.200 km, United Airline melayani rute antara Los Angeles dan Singapura sejauh 14.000 km dan Qantas yang melayani rute antara Sydney dan Dallas sejauh 13.800 km. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Apakah Australia Pernah...
Apakah Australia Pernah Dijajah Negara Lain?
Iran Coba Rekrut Tahanan...
Iran Coba Rekrut Tahanan Cantik Asal Australia Jadi Mata-mata
Inggris Peringatkan...
Inggris Peringatkan Warganya Berisiko Ditangkap di China
Inggris Tapak Final...
Inggris Tapak Final Piala Dunia Wanita, Suporter Cantik Menangis Haru
China Tangguhkan Perjanjian...
China Tangguhkan Perjanjian Ekstradisi dengan Inggris dan Australia
Di Depan Raja Charles...
Di Depan Raja Charles di Parlemen, Senator Australia Berteriak: Anda Bukan Rajaku
Berita Terkini
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
35 menit yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
1 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
3 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
3 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
5 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved