Polisi Filipina Habisi 13 Pengedar Narkoba dalam Satu Hari Operasi

Kamis, 22 Maret 2018 - 14:18 WIB
Polisi Filipina Habisi...
Polisi Filipina Habisi 13 Pengedar Narkoba dalam Satu Hari Operasi
A A A
MANILA - Sedikitnya 13 pengedar narkoba dan lebih dari 100 orang ditangkap polisi Filipina dalam sebuah operasi anti narkotika. Operasi itu dilakukan di provinsi sebelah utara Ibu Kota Manila.

Polisi Filipina di Bulacan melancarkan 60 operasi anti narkotika di sembilan kota. Bulacan adalah tempat 32 orang tewas dalam satu hari pada bulan Agustus tahun lalu. Bulan lalu, 10 tersangka pengedar obat bius tewas di malam paling berdarah dalam operasi anti narkotika.

"Operasi ini adalah bagian dari kampanye kami yang ditingkatkan terhadap obat-obatan dan semua bentuk kriminalitas lainnya di provinsi ini," kata kepala polisi Bulacan Romeo Caramat dalam sebuah pernyataan.

“Sayangnya, 13 dari tersangka terbunuh ketika petugas kami menembak untuk membela diri tak lama setelah para tersangka yang bersenjata dengan senjata tersembunyi merasa mereka terperangkap dan mulai menembak,” imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (22/3/2018).

Caramat mengatakan lebih dari 100 orang juga ditangkap dan 19 senjata api dan sekitar 250 paket obat-obatan terlarang disita selama operasi 24 jam.

Lebih dari 4.000 warga Filipina telah tewas tersebunuh oleh polisi selama masa perang anti narkoba Presiden Rodrigo Duterte yang kontroversial dan ribuan lainnya oleh orang-orang bersenjata yang tidak dikenal. Sebagian besar pembunuhan terjadi di daerah kumuh Metro Manila dan provinsi Bulacan dan Cavite di dekatnya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan lawan politik Duterte mengatakan eksekusi para pengguna narkoba dan penjaja kecil meluas. Tetapi polisi bersikeras bahwa mereka yang tewas adalah semua pedagang yang melakukan perlawanan dengan kekerasan.

Bulan lalu, seorang jaksa di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag membuka pemeriksaan awal atas pengaduan yang menuduh Duterte dan setidaknya 11 pejabat kejahatan terhadap kemanusiaan.

Filipina pekan lalu memberi tahu PBB tentang keputusannya untuk mundur dari ICC karena apa yang disebut Duterte sebagai serangan yang keterlaluan oleh para pejabat PBB dan pelanggaran proses hukum.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
34 menit yang lalu
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
1 jam yang lalu
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
1 jam yang lalu
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
2 jam yang lalu
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
5 jam yang lalu
Infografis
Kerusuhan Terburuk di...
Kerusuhan Terburuk di Inggris dalam 13 Tahun Terakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved