Putra Mahkota: Wanita Saudi Bebas Berpakaian, Tak Wajib Berpenutup Wajah

Selasa, 20 Maret 2018 - 19:19 WIB
Putra Mahkota: Wanita...
Putra Mahkota: Wanita Saudi Bebas Berpakaian, Tak Wajib Berpenutup Wajah
A A A
RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan, para wanita di negaranya sekarang tidak wajib mengenakan busana penutup wajah warna hitam. Mereka bebas berpakaian apa saja asal sopan dan terhormat.

Selama ini, para kaum Hawa di Saudi wajib mengenakan busana penutup kepala secara menyeluruh termasuk wajah dengan warna hitam. Busana seperti itu dikenal dengan nama abaya.

Sejak menjadi pewaris takhta utama Kerajaan Arab Saudi, putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ini melakukan reformasi yang memperluas hak-hak kaum perempuan termasuk hak mengemudikan kendaraan hingga menghadiri acara olahraga di tempat umum yang berbaur dengan kaum laki-laki.

Reformasi itu telah dipuji para kaum muda sebagai bukti langkah progresif baru terhadap modernisasi di kerajaan Muslim selama ini dikenal sangat konservatif tersebut.

”Undang-undang tersebut sangat jelas dan diatur dalam syariah (hukum Islam); bahwa wanita mengenakan pakaian yang sopan dan terhormat, seperti pria,” kata Pangeran Mohammed dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi CBS yang disiarkan pada hari Minggu.

”Ini, bagaimanapun, tidak secara khusus mewajibkan abaya hitam atau penutup kepala hitam. Keputusan itu sepenuhnya diserahkan kepada para perempuan untuk memutuskan jenis pakaian apa yang sopan yang dia pilih untuk dipakai,” ujarnya, yang dikutip Reuters, Selasa (20/3/2018).

Tak diwajibkannya abaya bagi kaum perempuan Saudi pernah disampaikan seorang ulama senior di negara itu, Sheikh Abdullah al-Mutlaq, pada bulan lalu. Sama seperti pendapat Pangeran Mohammed, ulama itu juga membebaskan kaum perempuan berpakaian apa saja asalkan sopan.

Sejak Pangeran Mohammed menjadi Putra Mahkota, menanggalkan abaya dan menggantinya dengan busana rok panjang atau celana jins menjadi tren umum bagi perempuan di beberapa wilayah di negara tersebut.

Pada tanggal 8 Maret 2018 lalu, sekelompok wanita di Kota Jeddah menandai Hari Perempuan Internasional dengan menjalankan salah satu kebebasan mereka yang baru diperoleh, yakni hak untuk pergi joging di tempat umum.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
11 menit yang lalu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
32 menit yang lalu
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
57 menit yang lalu
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
1 jam yang lalu
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 jam yang lalu
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
2 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi: Vaksin Meningitis...
Arab Saudi: Vaksin Meningitis Kini Tak Jadi Syarat Wajib Umrah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved