Gedung Putih Dukung Inggris Usir 23 Diplomat Rusia

Kamis, 15 Maret 2018 - 07:41 WIB
Gedung Putih Dukung...
Gedung Putih Dukung Inggris Usir 23 Diplomat Rusia
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih setuju dan mendukung keputusan London untuk mengusir 23 diplomat Rusia dari Inggris. Pengusiran ini sebagai respons Inggris setelah menyalahkan Moskow atas keracunan yang dialami mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury.

"Amerika Serikat (AS) berbagi penilaian dengan Inggris bahwa Rusia bertanggung jawab atas serangan agen saraf yang sembrono terhadap warga Inggris dan putrinya," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan yang dikutip SINDOnews.com dari situs resminya, Kamis (15/3/2018).

Pernyataan Gedung Putih dikeluarkan setelah Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan, di mana Inggris mengangkat kasus serangan terhadap pembelot Rusia tersebut.

"Ada pola perilaku di mana Rusia mengabaikan tatanan berbasis peraturan internasional, merongrong kedaulatan dan keamanan negara-negara di seluruh dunia, dan upaya untuk menumbangkan dan mendiskreditkan institusi dan proses demokrasi Barat," lanjut Gedung Putih.

AS dan Inggris merupakan dua negara di Dewan Keamanan PBB yang kompak menyalahkan Rusia atas serangan racun saraf ganas Novichok terhadap Sergei Skripal dan putrinya, Yulia.

Baca: Memanas, Inggris Usir 23 Diplomat Rusia

London mengklaim Skripal dan putrinya terpapar agen saraf yang dibuat di era Soviet itu. Namun, Inggris namun menolak untuk menunjukkan sampel untuk dianalisis di Moskow.

Dalam sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu, Duta Besar Inggris untuk PBB Jonathan Allen melabeli insiden tersebut sebagai "penggunaan kekuatan secara tidak sah" di negara Inggris oleh negara Rusia.

Sedangkan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa Washington menuntut Rusia untuk bertanggung jawab atas kejadian itu.

Rusia menolak memberikan penjelasan terkait kasus Skripal setelah batas ultimatum yang diberikan Inggris selama dua hari habis pada Rabu tengah malam. Perdana Menteri (PM) Theresa May lantas mengumumkan akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Moskow, termasuk pengusiran 23 staf diplomatik Rusia yang menurut Inggris adalah intelijen rahasia.

PM May dalam pengumuman di parlemen memberikan waktu seminggu bagi 23 diplomat Rusia untuk hengkang dari Inggris.

Moskow mengecam tuduhan sebagai pelaku serangan racun terhadap pembelotnya. Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzya mengatakan Moskow terbuka untuk bekerja sama dengan Inggris, asalkan disediakan sampel racun yang relevan untuk pemeriksaan bersama. "Rusia, tidak ada yang perlu ditakuti dan tidak ada yang disembunyikan," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Negara-negara Eropa...
Negara-negara Eropa yang Dihasut Amerika Serikat untuk Boikot Gas Rusia
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Ancaman Rudal Muncul...
Ancaman Rudal Muncul dari Barat, Rusia Siap Beri Respons Militer
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Berita Terkini
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
57 menit yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
1 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
3 jam yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
3 jam yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
4 jam yang lalu
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Infografis
Militer Rusia, Iran,...
Militer Rusia, Iran, dan China Jauh Tinggalkan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved