Wanita Bangladesh Dapat Dana Perlindungan Perubahan Iklim

Rabu, 07 Maret 2018 - 08:20 WIB
Wanita Bangladesh Dapat...
Wanita Bangladesh Dapat Dana Perlindungan Perubahan Iklim
A A A
KUALA LUMPUR - Ribuan perempuan di Bangladesh akan menerima dana untuk mengembangkan mata pencarian yang dapat bertahan dari dampak perubahan iklim.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Bangladesh merupakan salah satu negara yang paling parah terkena dampak perubahan iklim. Perempuan dan gadis di distrik pantai rawan bencana Satkhira dan Khulna akan mendapat bantuan mulai USD33 juta dari Dana Iklim Hijau PBB dan Kementerian Perempuan dan Anak Bangladesh.

“Naiknya ketinggian air laut menjadi ancaman besar bagi daerah ini,” kata Mamunur Rashid, pakar perubahan iklim di Program Pembangunan PBB (UNDP) melalui telepon dari Dhaka, awal pekan ini.

Sebagian besar wilayah Bangladesh merupakan delta sungai dataran rendah sehingga negara itu rawan terhadap badai yang semakin meningkat kekuatannya dan kian sering. Kawasan itu juga rawan dengan dampak perubahan iklim lainnya seperti meningkatnya kadar garam (salinisasi) di lahan pertanian.

Dengan hilangnya lahan pertanian subur akibat salinisasi, sebanyak 2,9 juta warga di Satkhira dan Khulna beralih profesi jadi peternak udang. “Meski demikian, aktivitas itu tidak menyediakan banyak lapangan kerja,” kata Rashid.

Perempuan akan menerima pendanaan untuk mengembangkan mata pencarian yang tangguh terhadap perubahan iklim, termasuk menanam sayuran secara hidroponik menggunakan sampah yang dihasilkan dari peternakan ikan sebagai pupuk. Pendanaan akan digunakan untuk membangun sistem penampung air hujan yang dikelola komunitas untuk menyediakan air minum bersih bagi sedikitnya 130.000 orang. Dana itu juga akan digunakan untuk melibatkan lebih banyak perempuan dalam sistem peringatan dini banjir dan badai.

Sekitar 60% korban tewas akibat badai di penjuru dunia dalam dua dekade terakhir terjadi di Bangladesh, menurut data Bank Dunia. Kelompok advokasi Germanwatch menempatkan Bangladesh di peringkat keenam dari 182 negara yang paling terpengaruh kejadian cuaca ekstrem dari 1997 hingga 2016.

“Perempuan tidak proporsional terkena dampaknya,” papar Saleemul Huq, direktur International Centre for Climate Change and Development yang berbasis di Dhaka.

Misalnya, para pejabat Bangladesh menjelaskan, perempuan dan gadis sering bertugas mengumpulkan air minum segar, memproduksi makanan dan merawat binatang peliharaan. “Sebagai manajer rumah tangga, perempuan utamanya bertanggung jawab untuk produksi makanan bagi keluarga, serta menjaga ketersediaan air dan energi rumah tangga,” kata Huq.

Sekitar 39.000 perempuan dan gadis akan mendapat keuntungan langsung dari proyek enam tahun yang mulai diterapkan pada Juli tersebut. Proyek di Bangladesh itu bagian dari pendanaan lebih dari USD1 miliar yang disepakati saat pertemuan dewan Dana Iklim Hijau di Korea Selatan pekan lalu. (Muh Shamil)
(nfl)
Berita Terkait
Mirip di Indonesia,...
Mirip di Indonesia, Begini Suasana Mudik di Bangladesh
Bangladesh Diharapkan...
Bangladesh Diharapkan Menjalani Transisi ke Pemerintahan Baru dengan Damai
Depot Kontainer Meledak,...
Depot Kontainer Meledak, Lima Tewas dan Ratusan Terluka
Jenderal Waker-Uz-Zaman,...
Jenderal Waker-Uz-Zaman, Panglima Militer yang Enggan Berkuasa
Timnas Indonesia Ditahan...
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Bangladesh
Horor, 37 Orang Tewas...
Horor, 37 Orang Tewas dalam Kebakaran Ferry di Bangladesh
Berita Terkini
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
13 menit yang lalu
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
1 jam yang lalu
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
1 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
2 jam yang lalu
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
2 jam yang lalu
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
3 jam yang lalu
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved