Bikin Laser Pembuta Pesawat Musuh, AS Habiskan Hampir Rp13,7 T

Minggu, 04 Maret 2018 - 08:50 WIB
Bikin Laser Pembuta...
Bikin Laser Pembuta Pesawat Musuh, AS Habiskan Hampir Rp13,7 T
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) sedang mengembangkan senjata laser bertenaga tinggi untuk membuat pesawat mata-mata musuh menjadi buta. Raksasa pertahanan Lockheed Martin telah menyerahkan kontrak dengan total nilai hampir USD1 miliar (hampir Rp13,7 triliun) untuk proyek senjata ini.

Program HELIOS (High Energy Laser and Integrated Optical-dazzler with Surveillance) mengerjakan dua laser raksasa yang dibangun pada tahun 2020. Senjata laser ini dirancang untuk melawan pesawat pengintai tak berawak musuh dengan membutakan kamera target.

Satu senjata laser akan diuji coba di kapal perang jenis perusak Arley Burke-class Angkatan Laut AS. Satu senjata lainnya akan dipasang di White Sands Missile Range di New Mexico.

Sistem ini juga akan melacak kamera dan sensor untuk mendeteksi pesawat musuh, yang berpotensi menlumpuhkan teknologi radar stealth yang digunakan pada pesawat tempur generasi kelima seperti jet tempur F-35 Lightning II milik Lockheed Martin.

Menurut Lockheed Martin, nilai proyek dari program HELIOS mencapai USD942. Kesepakatan untuk pengembangan senjata eksperimental tersebut diumumkan pada hari Kamis.

Pada hari yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan senjata baru revolusioner yang sedang dikembangkan di Rusia, termasuk senjata laser dan rudal hipersonik yang diklaim tak bisa dicegat sistem pertahanan udara manapun di dunia.

“Membangun senjata laser adalah momen arus balik untuk energi yang diarahkan,” kata senior fellow Lockheed Martin, Rob Afzal, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (4/3/2018).

”Sistem senjata laser telah dikehendaki selama puluhan tahun,” ujarnya.

Wakil Presiden Lockheed Martin Michele Evans, yang juga menjabat sebagai manajer umum divisi Integrated Warfare Systems and Sensors, mengatakan HELIOS menggabungkan kemampuan senjata, intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR) dan kemampuan melawan kendaraan tak berawak (UAS).

AS selama ini dipandang sebagai pemimpin dalam hal teknologi kendaraan tempur tak berawak (UCAV), dan secara kontroversial menggunakan pesawat tempur nirawak untuk mengeksekusi tersangka teroris, termasuk warga AS di negara lain, tanpa persetujuan pemerintah setempat.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
13 menit yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
46 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
1 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
2 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved