Putin Tantang Washington Tunjukkan Bukti Rusia Recoki Pemilu AS

Minggu, 04 Maret 2018 - 00:26 WIB
Putin Tantang Washington...
Putin Tantang Washington Tunjukkan Bukti Rusia Recoki Pemilu AS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Washington untuk mengirimkan bukti kuat bahwa warganya ikut campur dalam pemilu di Amerika Serikat (AS). Jika AS memilikinya maka bukti itu harus dikirimkan lewat jalur resmi, bukan malah berteriak-teriak di dalam Kongres AS.

Kantor Penasihat Khusus AS Robert Mueller bulan lalu mendakwa 13 warga Rusia dan tiga perusahaan telah ikut campur dalam pemilihan presiden 2016 sebagai bagian dari apa yang mereka sebut sebuah konspirasi untuk mendukung Donald Trump dan menghina Hillary Clinton.

"Saya harus melihat dulu apa yang telah mereka lakukan. Beri kami materi, beri kami informasi," kata Putin dalam sebuah wawancara dengan NBC TV, menurut sebuah sulih suara bahasa Inggris dari kata-katanya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (4/3/2018).

"Kami tidak dapat menanggapi hal itu jika mereka tidak melanggar undang-undang Rusia," kata Putin kepada jurnalis NBC, Megyn Kelly, ketika ditanya apakah Moskow akan melakukan tindakan terhadap individu yang disebutkan nama tersebut.

Kelly mencantumkan beberapa tuduhan campur tangan Rusia yang dilakukan oleh kantor Mueller dan pejabat AS lainnya, termasuk penyebaran informasi palsu secara online.

"Dengan segala rasa hormat untuk Anda secara pribadi, dengan segala hormat kepada Kongres, Anda harus memiliki orang-orang dengan gelar hukum, 100 persen Anda harus," kata Putin sambil tersenyum.

Ia mengatakan bahwa pihak berwenang AS harus mengirim sebuah permintaan resmi kepada jaksa penuntut umum Rusia.

"Ini harus melalui jalur resmi, bukan melalui pers atau berteriak-teriak di Kongres Amerika Serikat," tukas Putin.

Penyiaran tersebut dilakukan sehari setelah Putin mengumumkan serangkaian senjata nuklir baru, dalam salah satu pidato paling kerasnya di tahun-tahun kepemimpinannya, mengatakan bahwa mereka dapat mencapai hampir semua titik di dunia dan menghindari perisai rudal buatan AS.

Putin akan kembali bertarung dalam pemilu Rusia pada 18 Maret mendatang di mana ia prediksi akan menang dengan mudah.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
3 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
4 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
5 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
5 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
6 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved