Senjata Nuklir Kim Jong-un Secara Eksklusif Ditujukan ke AS

Senin, 26 Februari 2018 - 08:00 WIB
Senjata Nuklir Kim Jong-un...
Senjata Nuklir Kim Jong-un Secara Eksklusif Ditujukan ke AS
A A A
SEOUL - Pemerintah Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa senjata nuklirnya secara eksklusif ditujukan kepada Amerika Serikat (AS) dan tidak ditargetkan kepada negara lain.

Ancaman ini disampaikan pada saat delegasi kedua negara itu telah berada di Korea Selatan (Korsel) untuk menghadiri upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin, kemarin. Ancaman dilontarkan melalui media negara Korut, KCNA, semalam.

Melalui editorialnya, media pemerintah tersebut mengatakan bahwa sikap agresif Presiden AS Donald Trump terhadap Korea Utara digunakan sebagai taktik untuk meningkatkan pandangan anti-Pyongyang di Korea Selatan.

Pyongyang mengklaim Korea Selatan tidak akan berada dalam radar nuklirnya dan menyatakan persenjataan nuklirnya adalah aset nasional gabungan untuk semua orang Korea. Masih menurut KCNA, tidak masuk akal untuk mengembangkan senjata jarak jauh dan rudal balistik antarbenua (ICBM) untuk menargetkan Korea Selatan karena jaraknya tidak jauh dari proyektilnya.

Ketegangan di Semenanjung Korea relatif mereda dalam beberapa pekan terakhir setelah rezim Korea Utara setuju untuk mengirim atletnya untuk ambil bagian dalam Olimpiade di Pyeongchang, Korea Selatan. Meskipun belum ada terobosan politik dengan isyarat tersebut, diplomasi olahraga secara luas berpotensi membuka jalan bagi dialog lebih lanjut antara dua Korea.

Dalam laporan lainnya, seorang pejabat Korut yang berbicara dalam kondisi anonim memperingatkan AS dan Jepang untuk tidak bertindak sembrono terhadap Pyongyang.

“Reaksioner AS dan Jepang tidak boleh bertindak sembarangan, mengingat bahwa jika mereka berani memprovokasi DPRK (Korea Utara) dengan pandangan yang salah tentang dunia yang telah berubah, mereka hanya akan membahayakan keamanan dan keberadaan mereka,” kata pejabat tersebut.

Pejabat itu mengklaim komentarnya disampaikan karena AS dan Jepang akan melakukan tindakan ekstrem untuk membawa “angin perang” yang mengamuk ke semenanjung Korea.

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan bahwa sanksi ekonomi yang menekan Korea Utara untuk mengakhiri program nuklirnya harus dilanjutkan meski Pyongyang sudah bersedia untuk melakukan pembicaraan dengan Washington.

”Kami akan melihat apakah pesan Pyongyang hari ini, bahwa pihaknya bersedia mengadakan pembicaraan, merupakan langkah pertama di sepanjang jalan menuju denuklirisasi,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Reuters, Senin (26/2/2018).

”Sementara itu, Amerika Serikat dan dunia harus terus menjelaskan bahwa program nuklir dan rudal Korea Utara adalah jalan buntu,” lanjut Gedung Putih.

Delegasi Korea Utara untuk upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin telah bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Hasil pembicaraan dalam pertemuan itu masih dirahasiakan, kantor Presiden Moon dalam sebuah pernyataan mengungkap kesediaan rezim Kim Jong-un untuk berunding dengan AS.

Delegasi itu dipimpin oleh Jenderal Kim Yong-chol, 76, yang merupakan Wakil Ketua Partai Buruh Korea. Kehadirannya di Korea Selatan diprotes publik setempat karena dia dianggap dalang di balik serangan torpedo yang menenggelamkan kapal perang Korea Selatan pada tahun 2010. Tragedi itu menewaskan 46 pelaut.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Kim Yo-jong: Amerika...
Kim Yo-jong: Amerika Serikat dan Korea Selatan Latihan Perang Nuklir
Kim Jong-un: Korea Utara...
Kim Jong-un: Korea Utara Harus Siap Menduduki Korea Selatan
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Militer Percepat Persiapan Perang
Kim Yo-jong, Calon Pengganti...
Kim Yo-jong, Calon Pengganti yang Bisa Lebih Kejam dari Kim Jong-un
Berita Terkini
Ini Bukti Baru Kegagalan...
Ini Bukti Baru Kegagalan Invasi AS! Fasilitas Rudal Bawah Tanah Iran Dibuka Kembali
54 menit yang lalu
PM Ceko Sebut Uni Eropa...
PM Ceko Sebut Uni Eropa Mengikuti Jejak Kemunduran Kekaisaran Romawi, Ini 3 Alasannya
3 jam yang lalu
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
4 jam yang lalu
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
7 jam yang lalu
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
9 jam yang lalu
3 Alasan AL IRGC Mengendalikan...
3 Alasan AL IRGC Mengendalikan Lalu Lintas Selat Hormuz dengan Wewenang Penuh
9 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved