Bakal Dideportasi Israel, Ribuan Migran Afrika Demonstrasi

Minggu, 25 Februari 2018 - 10:37 WIB
Bakal Dideportasi Israel,...
Bakal Dideportasi Israel, Ribuan Migran Afrika Demonstrasi
A A A
TEL AVIV - Ribuan pencari suaka asal Afrika, para imigran dan pendukungnya melakukan aksi demonstrasi. Mereka menetang rencana Israel untuk mendeportasi mereka.

Pemerintah Zionis telah memberi kelompok tersebut batas waktu sampai 1 April untuk meninggalkan negara itu dengan tujuan Afrika yang tidak disebutkan namanya. Mereka diberi imbalan USD3.500 dan tiket pesawat. Jika menolak, mereka akan di penjara tanpa batas waktu yang ditentukan.

Demonstran membawa sejumlah poster bertuliskan "Kita semua adalah manusia" dan "Pengungsi dan penduduk menolak menjadi musuh". Mereka bergerak melalui jalan-jalan di selatan wilayah Tel Aviv, Neve Shanaan, di mana ada sebuah komunitas migran yang besar.

Stasiun TV Channel 10 memperkirakan 15.000 orang bergabung dalam demonstrasi tersebut, sementara Haaretz mengatakan bahwa demonstrasi tersebut menarik massa hingga 20.000 orang seperti dikutip dari Independent, Minggu (25/2/2018).

Menurut badan pengungsi PBB, ada 27.000 pencari suaka dari Eritrea diktatorial dan 7.700 dari Sudan yang dilanda perang yang saat ini tinggal di Israel.

Dilaporkan bahwa pencari suaka akan dideportasi ke Rwanda dan Uganda, meskipun keduanya menyangkal telah membuat kesepakatan apapun dengan pemerintah Israel.

Mereka yang telah tiba di Rwanda melaporkan bahwa dokumen mereka disita dan hak-hak dasar mereka ditolak.

UNHCR mengatakan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa hanya sembilan pencari suaka yang dideportasi ke Rwanda telah benar-benar tinggal di sana.

Israel menganggap sebagian besar migran sebagai pencari kerja dan mengatakan tidak memiliki kewajiban hukum untuk mempertahankannya. Namun kritikus termasuk dokter, penulis, dan korban Holocaust Israel telah menyebut rencana pemerintah tersebut tidak etis dan menjadi noda pada citra Israel sebagai tempat perlindungan bagi migran Yahudi.

Dinas penjara Israel juga mengkritik rencana tersebut, dengan mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat menampung migran tanpa batas waktu.

Sebagian besar pencari suaka melakukan perjalanan darat ke Israel melalui perbatasan dengan Mesir dan mengklaim bahwa mereka tidak dapat kembali karena ancaman penganiayaan oleh pemerintah otoriter negara asalnya.
(ian)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
21 menit yang lalu
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
49 menit yang lalu
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
1 jam yang lalu
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
2 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
3 jam yang lalu
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved