Membayar untuk Seks, 21 Staf Palang Merah Internasional Dipecat

Minggu, 25 Februari 2018 - 02:19 WIB
Membayar untuk Seks,...
Membayar untuk Seks, 21 Staf Palang Merah Internasional Dipecat
A A A
ZURICH - Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan bahwa 23 staf telah meninggalkan badan kemanusiaan itu sejak tahun 2015 karena terlibat skandal seksual. Dari 23 staf, 21 orang di antaranya dipecat.

”Sejak tahun 2015, kami telah mengidentifikasi 21 anggota staf yang dipecat karena membayar untuk layanan seksual atau mengundurkan diri selama penyelidikan internal.

Dua anggota staf lainnya yang diduga melakukan kesalahan seksual tidak memperpanjang kontrak mereka,” kata Direktur Jenderal ICRC Yves Daccord dalam sebuah pernyataan.

”Saya sangat sedih untuk melaporkan angka-angka ini,” ujar Daccord, seperti dikutip Reuters, Minggu (25/2/2018).

Dia mengatakan, ICRC telah mengambil tindakan untuk memastikan semua insiden akan dilaporkan dan ditangani dengan benar.

ICRC, yang memiliki lebih dari 17.000 staf di seluruh dunia, melarang stafnya untuk membayar layanan seksual bahkan di negara-negara di mana prostitusi dilegalkan.

Laporan skandal seksual yang melibatkan puluhan staf Palang Merah Internasional ini muncul setelah sebelumnya direktur badan amal Inggris, Oxfam, di Haiti mengaku menggunakan pelacur di kediamannya saat menjalankan misi bantuan.

Menurut sejumlah laporan, uang yang digunakan bos Oxfarm untuk menyewa pekerja seks itu merupakan uang dari sumbangan publik.
(mas)
Berita Terkait
Swiss Usulkan Denda...
Swiss Usulkan Denda Rp15 Juta Bagi Pelanggar Larangan Burqa
Hasil Serbia vs Swiss:...
Hasil Serbia vs Swiss: 4 Gol Tercipta di Babak Pertama!
Perempuan Penjaga Bonbin...
Perempuan Penjaga Bonbin Swiss Tewas Diterkam Harimau Siberia
Ada Masalah Teknis,...
Ada Masalah Teknis, Pesawat Menlu Swiss Mendarat di Moskow
Peneliti Swiss Temukan...
Peneliti Swiss Temukan Konsentrasi Kecil Covid-19 di Air Limbah
Kehebatan Jet Tempur...
Kehebatan Jet Tempur F/A-18 Hornet, Bisa Mendarat di Jalan Raya
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
3 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
4 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
5 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
6 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
7 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
8 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved