Kisah Pria 102 Tahun Bunuh Diri Ketimbang Lari dari Nuklir Fukushima

Rabu, 21 Februari 2018 - 06:48 WIB
Kisah Pria 102 Tahun...
Kisah Pria 102 Tahun Bunuh Diri Ketimbang Lari dari Nuklir Fukushima
A A A
FUKUSHIMA - Fumio Okubo, 102, pria di Fukushima, Jepang, memilih bunuh diri ketika disuruh melarikan diri dari bencana nuklir yang melanda kampungnya saat tsunami tahun 2011.

Pengadilan Jepang memerintahkan operator reaktor nuklir Fukushima, Tokyo Electric Power Company (TEPCO), membayar kompensasi sebesar 15,2 juta yen kepada keluarga Okubo. Perusahaan pengelola nuklir itu dianggap bertanggung jawab atas kematian pria berumur lebih dari seabad tersebut.

Gempa dan tsunami Jepang tahun 2011 telah memicu kebocoran beberapa reaktor nuklir TEPCO. Bencana nuklir itu dianggap yang terburuk di dunia sejak bencana nuklir Chernobyl.

Ribuan orang disuruh meninggalkan rumah mereka pada April 2011, sebulan setelah tsunami menghancurkan pabrik nuklir Fukushima. Okubo yang tinggal di sebuah desa yang berjarak 40 km dari pabrik tersebut, termasuk di antara mereka yang disuruh pergi.

Setelah menerima perintah mengevakuasi diri, dia justru memilih bunuh diri. ”Saya tidak ingin mengungsi,” katanya kepada keluarganya beberapa saat setelah diberitahu untuk pergi.

”Saya hidup agak lama,” kata Okubo seperti ditirukan cucunya Mieko.

”Bagi kakek, perintah evakuasi sama dengan diberitahu untuk 'mati',” ujar Mieko, seperti dikutip IB Times, Rabu (21/2/2018).

Pengadilan Distrik Fukushima pada hari Selasa (20/2/2018) menyimpulkan bahwa bunuh diri Okubo terkait dengan “tekanan kuat” saat memikirkan untuk meninggalkan rumahnya.

Menurut pengacara keluarga, pria tua itu tidak pernah tinggal di luar desanya, Iitate, dan khawatir bahwa dia akan menjadi beban bagi keluarganya.

”Penting bahwa pengadilan mengakui orang tertua di desa yang akan tinggal di akhir hayatnya di tanah airnya terkena tragedi yang mengerikan,” kata pihak pengacara kepada pengadilan.

“(Okubo) menderita sakit yang tak tertahankan karena dia sangat mungkin meninggal tanpa bisa kembali ke rumah,” kata hakim Hideki Kanazawa yang memerintahkan TEPCO membayar kompensasi.

Pada tahun 2015, TEPCO juga diperintahkan untuk membayar kompensasi setelah seorang hakim memutuskan beberapa kasus bunuh diri yang terkait langsung dengan bencana nuklir tahun 2011.
(mas)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
1 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
2 jam yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
3 jam yang lalu
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
4 jam yang lalu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
4 jam yang lalu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved