Rezim Suriah Kalap di Ghouta, 150 Orang Lebih Terbunuh

Rabu, 21 Februari 2018 - 00:20 WIB
Rezim Suriah Kalap di...
Rezim Suriah Kalap di Ghouta, 150 Orang Lebih Terbunuh
A A A
GHOUTA - Pasukan rezim Suriah melancarkan serangan kalap ke wilayah Ghouta Timur sejak Senin hingga Selasa (20/2/2018). Lebih dari 150 orang terbunuh dalam serangan udara di wilayah yang dikuasai kubu pemberontak tersebut.

Menurut pemantau krisis Suriah, pemboman besar-besaran ini dianggap sebagai serangan terberat dari pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad dalam tiga tahun terakhir.

Serangan itu sebagai upaya rezim Assad untuk mengakhiri pemberontakan yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan, lebih dari 150 orang tewas dalam serangan udara, serangan roket dan tembakan di daerah dekat Damaskus. Sebanyak 20 anak-anak menjadi bagian dari orang-orang yang terbunuh.

Direktur Observatorium Suriah untuk Kepala Hak Asasi Manusia Rami Abdel Rahman mengatakan korban tewas sipil akibat pemboman di daerah kantong pemberontak di luar Damaskus pada hari Senin adalah yang terberat sejak awal 2015.

Kelompok White Helmets (Helm Putih), sekelompok pekerja SAR sukarela lokal di Suriah telah berbagi video di akun Twitter mereka tentang seorang pria yang menyelamatkan bayi dari reruntuhan bangunan akibat pemboman udara.

PBB mendesak penghentian pemboman berat di Suriah tak lama setelah serangan di Ghouta Timur. ”Sangat penting untuk mengakhiri penderitaan manusia yang tidak masuk akal ini. Penargetan seperti itu terhadap infrastruktur dan warga sipil yang tidak berdosa harus dihentikan sekarang,” kata Panos Moumtzis, Koordinator Kemanusiaan Regional PBB untuk Krisis Suriah, dalam sebuah pernyataan.

Sejak 2012, Ghouta timur menjadi kantong oposisi atau pemberontak terakhir di sekitar Damaskus. Rezim Assad telah mengirim pasukan bala bantuan untuk merebut kembali kota tersebut.

Moumtzis mengatakan bahwa situasi kemanusiaan di daerah kantong pemberontak tersebut sudah tidak terkendali.

”Eskalasi kekerasan baru-baru ini telah membentuk situasi kemanusiaan yang sudah genting bagi 393.000 penduduk Ghouta Timur, banyak di antaranya mengungsi,” katanya, seperti dikutip AFP.

Pemerintah maupun militer rezim Suriah belum berkomentar atas serangan besar-besaran di Ghouta Timur. Seruan gencatan senjata dari PBB juga belum ditanggapi pihak Damaskus.
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
46 menit yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
1 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
1 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
2 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved