Pejabat Malaysia Sampaikan Belasungkawa Atas Tewasnya TKI Adelina
Selasa, 13 Februari 2018 - 04:48 WIB
Pejabat Malaysia Sampaikan Belasungkawa Atas Tewasnya TKI Adelina
A
A
A
JAKARTA - Konsul Jenderal Indonesia di Penang, Malaysia, Iwanshah Wibisono, menuturkan kematian seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT, Adelina, telah mengundang simpati dan empati masyarakat dan juga pejabat Malaysia. Adelina tewas pada hari Minggu kemarin, setelah diduga mendapat siksaan dari majikannya.
Iwanshah menuturkan, sejumlah pejabat tinggi Penang telah menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Adelina. "Menteri Besar Penang juga menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Adelina," ucap Iwanshah.
"Ini adalah tragedi kemanusiaan buat kita semua, bukan hanya buat TKI dan warga Indonesia, tapi buat Malaysia juga ini adalah tragedi," sambungnya pada Senin (12/2).
Dia kemudian menyatakan, saat ini Konsulat Jenderai Indonesia (KJRI) di Penang masih melakukan penelusuran terhadap keberadaan keluarga Adelina. Ia menambahkan, penyebab pasti kematian Adelina juga masih diselidiki.
"Hari ini tim perlindungan WNI sudah diberikan kesempatan melihat jenazah dan sudah bertemu dokter forensik. Keterangan sejauh ini benar ada luka-luka, tapi masih ditelusuri penyebabnya. Kemungkinan meninggal dunia karena malnutrisi selama 1 bulan terakhir," ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, menuturkan dua orang telah ditahan terkait kasus ini dan satu orang lainnya masih dicari.
Menurut Iqbal, hukuman paling berat yang mungkin dijatuhkan kepada mereka yang terlibat dalam kematian Adelina adalah hukuman mati, karena penyiksaan tersebut bisa masuk dalam kategori pembunuhan berencana.
Iwanshah menuturkan, sejumlah pejabat tinggi Penang telah menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Adelina. "Menteri Besar Penang juga menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Adelina," ucap Iwanshah.
"Ini adalah tragedi kemanusiaan buat kita semua, bukan hanya buat TKI dan warga Indonesia, tapi buat Malaysia juga ini adalah tragedi," sambungnya pada Senin (12/2).
Dia kemudian menyatakan, saat ini Konsulat Jenderai Indonesia (KJRI) di Penang masih melakukan penelusuran terhadap keberadaan keluarga Adelina. Ia menambahkan, penyebab pasti kematian Adelina juga masih diselidiki.
"Hari ini tim perlindungan WNI sudah diberikan kesempatan melihat jenazah dan sudah bertemu dokter forensik. Keterangan sejauh ini benar ada luka-luka, tapi masih ditelusuri penyebabnya. Kemungkinan meninggal dunia karena malnutrisi selama 1 bulan terakhir," ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, menuturkan dua orang telah ditahan terkait kasus ini dan satu orang lainnya masih dicari.
Menurut Iqbal, hukuman paling berat yang mungkin dijatuhkan kepada mereka yang terlibat dalam kematian Adelina adalah hukuman mati, karena penyiksaan tersebut bisa masuk dalam kategori pembunuhan berencana.
(esn)