Korut Sambut Baik Pembicaraan Hangat dengan Korsel

Minggu, 11 Februari 2018 - 16:18 WIB
Korut Sambut Baik Pembicaraan...
Korut Sambut Baik Pembicaraan Hangat dengan Korsel
A A A
SEOUL - Kantor berita Korea Utara (Korut) menyebut delegasinya yang dikirim ke Olimpiade Musim Dingin telah mengadakan pembicaraan hangat dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in. Namun, media tersebut tidak menyinggung soal undangan Korut ke Presiden Moon ke Pyongyang untuk sebuah pertemuan puncak.

Media Korut, KCNA, melaporkan pertemuan dengan Presiden Korsel Moon Jae-in berjalan terbuka dan penuh dengan kejujuran.

"Kim Yo-jong dengan sopan menyerahkan sebuah surat pribadi dari pemimpin Korut itu kepada Moon saat melakukan pembicaraan pada hari Sabtu dan juga mengatakan kepada Moon tentang 'niat' saudaranya," sadur Reuters dari KCNA, tanpa merinci niat apa yang dimaksud, Minggu (11/2/2018).

Pejabat Korsel mengatakan Moon diundang ke Pyongyang untuk berbicara dengan Kim Jong-un. Undangan itu disampaikan saat pembicaraan dan makan siang di istana presiden Korsel, Blue House, di Seoul pada hari Sabtu kemarin.

Menurut pihak istana Korsel, Kim Jong-un ingin bertemu dengan Moon dalam waktu dekat dan ingin dia mengunjungi Korut secepatnya tanpa kendala apapun mengutip pernyataan saudara perempuannya.

"Sebagai tanggapan pemimpin Korea Selatan itu mengatakan mari ciptakan situasi agar bisa terjadi," ujar juru bicara Blue House Kim Eui-kyeom.

Laporan KCNA mengutip Moon yang mengatakan bahwa hubungan antar-Korea harus diperbaiki oleh pihak-pihak terkait dengan risiko apapun seperti yang ditunjukkan oleh Kim Jong-un dalam Pidato Tahun Barunya.

Pertemuan puncak seperti itu, jika terjadi, akan menandai pertama kalinya para pemimpin kedua Korea tersebut bertemu sejak 2007.

Namun, partai oposisi utama Korsel memperingatkan bahwa setiap pembicaraan antara kedua Korea dimana pembatalan program nuklir Korut bukanlah prasyarat yang hanya akan menguntungkan musuh.

"Kami benar-benar harus mengingat setiap pembicaraan di mana denuklirisasi bukanlah prasyarat yang hanya memberi Korea Utara lebih banyak waktu untuk menyelesaikan kemampuan nuklirnya sementara mereka menipu kita dengan façade ofensif perdamaian mereka," kata Chang Je-won, juru bicara Partai Liberty Korea.
(ian)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Berita Terkini
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
23 menit yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
1 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
2 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
3 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
5 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved