Senator AS Serukan Militer Venezuela Kudeta Maduro

Sabtu, 10 Februari 2018 - 02:42 WIB
Senator AS Serukan Militer...
Senator AS Serukan Militer Venezuela Kudeta Maduro
A A A
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Marco Rubio, menyerukan militer Venezuela untuk melakukan kudeta terhadap Presiden Nicolas Maduro. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson juga mendukung militer Venezuela memberontak melawan rezim Maduro.

Seruan Rubio itu dia lontarkan dalam rentetan tweet pada hari Jumat.

“Dunia akan mendukung Angkatan Bersenjata di Venezuela jika mereka memutuskan untuk melindungi rakyat dan memulihkan demokrasi dengan melengserkan seorang diktator,” tulis senator Florida itu melalui akun Twitter-nya, @marcorubio, yang dikutip Sabtu (10/2/2018).

“Tentara makan dari tempat sampah dan keluarga mereka kelaparan di Venezuela, sementara Maduro dan teman-temannya tinggal seperti raja-raja dan memblokir bantuan kemanusiaan,” lanjut Rubio.

Awalnya, negara itu hanya mengalami krisis ekonomi setelah dilanda inflasi yang gila-gilaan. Namun, situasi berubah menjadi krisis politik, di mana demonstrasi besar pernah pecah beberapa hari dan para tokoh oposisi ditangkapi.

Menurut kubu oposisi, Maduro telah gagal mengatasi krisis ekonomi yang semakin parah hingga sekarang. Ribuan warga Venezuela telah eksodus ke Brasil karena kelaparan dan krisis obat-obatan.

Tillerson pada hari Kamis mengisyaratkan dukungannya untuk kudeta militer di Venezuela. Dia juga memastikan bahwa rezim Maduro akan dijatuhi sanksi oleh Washington.

Administrasi Trump menilai telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia terhadap para pembangkang politik atau oposisi di negara tersebut.

”Dalam sejarah Venezuela dan negara-negara Amerika Selatan, seringkali kali militer menjadi agen perubahan ketika keadaan begitu buruk dan kepemimpinan tidak dapat lagi melayani rakyat,” kata Tillerson di University of Texas di Austin, Kamis lalu.

Menanggapi pernyataan Tillerson, Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menyampaikan kecaman. “Demokrasi kami yang berdaulat tidak mematuhi tekanan imperialis, (demokrasi kami) mematuhi orang-orang yang bebas,” katanya.

Venezuela dijadwalkan mengadakan pemilihan presiden pada 22 April 2018 setelah perundingan mediasi antara pemerintah kiri Maduro dan koalisi oposisi mengalami jalan buntu pada hari Rabu.

Baca: Tillerson Sebut Militer Venezuela Dapat Gulingkan Maduro

Pada bulan Januari, Rubio mendesak Presiden Donald Trump untuk mengadopsi sanksi terhadap Diosdado Cabello, sekutu penting Maduro.

Seruan kudeta militer di Venezuela oleh Rubio justru menuai kritik publik di AS, khususnya di Florida.

“Dan sebagai pemilih Florida yang terdaftar, Anda dapat yakin akan ‘mengubah’ pemilu Anda yang akan datang karena Anda sepertinya tidak dapat mengingat negara tempat Anda bekerja,” kritik warga Florida, Pam Seater melalui akun Twitter @PamSeater, yang menganggap Rubio terlalu ikut campur negara lain ketimbang memikirkan konidisi Florida.

Warga lainnya, Brett Cairns melalui akun Twitter @bc766 berkomentar; ”Saya benar-benar mengerti kekhawatiran Anda (Rubio) terhadap Venezuela (saya menikah dengan seorang warga Venezuela). Akan tetapi, apakah situasinya akan lebih baik ditangani oleh masyarakat internasional sehingga Anda dapat berkonsentrasi pada apa yang salah dengan Florida?”.

Pengguna akun Twitter @hewhocounts menulis; ”Siapa yang menyerukan kudeta militer? Tentu bukan saya. Tapi mengabaikan pengambilalihan demokrasi kita dengan kekuatan asing? Saya jamin itu tidak akan berakhir dengan baik. Untuk siapapun.”

“Berapa banyak negara yang sekarang kita tempati dan rencanakan untuk digulingkan dan dikuasai? Sementara itu, orang Amerika kelaparan dan tidak mampu membayar perawatan kesehatan. Anda menyadari bahwa ini tidak berkelanjutan bukan?,” kritik pengguna akun Twitter @rutabaga_ms.
(mas)
Berita Terkait
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Kemenangan Mamdani,...
Kemenangan Mamdani, Sinyal Perlawanan ke Pemerintah Federal AS?
Ribuan Migran Venezuela...
Ribuan Migran Venezuela Nekat Menyeberang Ke AS
Venezuela Ancam Berikan...
Venezuela Ancam Berikan 'Respon yang Layak' kepada Angkatan Laut AS
Maduro: Trump Izinkan...
Maduro: Trump Izinkan CIA Lakukan Operasi Senyap di Venezuela
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
34 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved