Bersejarah, Saudi Izinkan Wilayahnya Dilintasi Pesawat ke Israel

Rabu, 07 Februari 2018 - 22:34 WIB
Bersejarah, Saudi Izinkan...
Bersejarah, Saudi Izinkan Wilayahnya Dilintasi Pesawat ke Israel
A A A
TEL AVIV - Arab Saudi untuk pertama kalinya dalam sejarah mengizinkan pesawat komersial menggunakan wilayah udaranya untuk menuju ke Israel. Selama 70 tahun terakhir ini, Kerajaan Saudi melarang wilayahnya digunakan oleh pesawat yang menuju ke negara Yahudi tersebut.

Izin diberikan kepada maskapai Air India. Implementasi dari izin itu efektif berlaku mulai bulan Maret.

Dengan kebijakan Riyadh tersebut, penerbangan Air India dari New Delhi ke Tel Aviv bisa dipersingkat 2,5 jam.

Manfaat lainnya adalah maskapai tersebut akan mengurangi biaya bahan bakar dan bisa menjual tiket yang lebih murah kepada penumpang.

Arab Saudi dan Israel tidak menjalin hubungan diplomatik secara resmi. Meski demikian, bukan rahasia lagi bahwa jet pribadi dapat terbang dari bandara Saudi dan Teluk lainnya ke Israel. Biasanya, mereka tidak dapat menggunakan rute langsung dan harus melakukan pemberhentian di bandara Amman terlebih dahulu.

Langkah tersebut dipandang sebagai “anggukan” terhadap pengaruh Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di wilayah tersebut. PM Modi diperkirakan akan mendarat di Tepi Barat—wilayah Palestina yang diduduki Israel—pada 10 Februari 2018.

Tahun lalu, Modi menjadi perdana menteri India pertama yang pergi ke Israel dalam sebuah kunjungan kenegaraan resmi.

Keputusan Riyadh kali ini secara tidak langsung menandai hubungan yang lebih hangat antara Israel dan Arab Saudi, setelah kedua negara dilaporkan menjalin hubungan secara rahasia dalam setahun terakhir.

”Perubahan politik di Arab Saudi dan keinginan untuk mengkonsolidasikan kekuasaan adalah alasan utama mengapa hubungan ini dengan Israel dibuka,” kata Mahjoob Zweiri, seorang profesor di Departemen Program Studi Teluk di Universitas Qatar kepada Al Jazeera yang dilansir Rabu (7/2/2018).

Terkait perkembangan ini, Kementerian Pariwisata Israel mengumumkan bahwa mereka akan menyetujui hibah 750.000 euro kepada Air India untuk membuka jalur langsung yang baru. Pengumuman ini disampaikan juru bicara kementerian tersebut, Lydia Weitzman.

“Ini dilakukan untuk mendorong rute baru dari destinasi yang memiliki potensi untuk masuk ke dalam pariwisata, dan ini bukan kebijakan baru, melainkan sesuatu yang Israel lakukan di masa lalu,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Turki Dukung Pakistan,...
Turki Dukung Pakistan, Israel Dukung India, Negara-negara Teluk Ingin Mediasi
Mengenal Smriti Zubir,...
Mengenal Smriti Zubir, Menteri Non-Muslim India yang Kunjungi Madinah
Jelang Serangan Israel...
Jelang Serangan Israel ke Iran, AS Jual Senjata Baru ke Saudi dan UEA Senilai Rp35 Triliun
Dubes AS Ini Setuju...
Dubes AS Ini Setuju jika Israel Mencaplok Arab Saudi dan Mesir, Ini 3 Alasannya
4 Fakta Pakta Pertahanan...
4 Fakta Pakta Pertahanan Nuklir Saudi - Pakistan Tak Membahayakan India
Kedua Negara Tegang,...
Kedua Negara Tegang, Panglima Militer Pakistan Sambangi Arab Saudi
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
46 menit yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
1 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
2 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
3 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
4 jam yang lalu
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved