1.000 Warga Palestina Ditangkap Israel Sejak Deklarasi Trump

Kamis, 01 Februari 2018 - 00:26 WIB
1.000 Warga Palestina...
1.000 Warga Palestina Ditangkap Israel Sejak Deklarasi Trump
A A A
YERUSALEM - Israel telah menahan 1.000 warga Palestina sejak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara sepihak mengumumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada awal Desember. Demikian pengumumkan yang dikeluarkan oleh sebuah kelompok hak asasi manusia.

Direktur Komisi Urusan Tahanan Palestina, Issa Qaraqa mengatakan, penangkapan di Yerusalem telah meningkat sejak keputusan Trump yang diumumkan pada 6 Desember.

"Seolah-olah Israel mengambil lampu hijau untuk meningkatkan kebrutalan dan agresi di kota Yerusalem secara geografis dan demografis," katanya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (1/2/2018).

Ia menunjukkan bahwa pihak berwenang pendudukan melakukan penangkapan massal yang telah menjadi fenomena hukuman sehari-hari dan kolektif. Qarqaa mengatakan bahwa banyak tahanan adalah pria muda dan anak di bawah umur serta mendapat perlakuan merendahkan, penyiksaan dan penganiayaan oleh Polisi Israel dan interogator saat ditangkap.

"Serangan ke Yerusalem sangat serius dan ada agresi Israel yang meluas serta tirani yang menargetkan orang-orang Yerusalem dan status historis serta agamanya dan memberikan tekanan untuk mencapai pengusiran diam-diam dari populasi," tutur Qarqaa.

Dia menunjukkan bahwa pengadilan Israel mengeluarkan putusan "pencegahan dan sengaja" terhadap orang-orang Yerusalem, disertai denda berat dan memberlakukan tindakan ketat terhadap keluarga narapidana dan martir.

Aksi demonstrasi pecah di Palestina tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Tidak hanya itu, Trump juga berencana memindahkan kedutaan besar AS yang saat ini berada di Tel Aviv ke Yerusalem.

Dunia internasional juga menentang pengakuan sepihak AS. Sebanyak 128 negara menolak pengakuan tersebut dalam Majelis Umum PBB, berbanding 9 negara yang mendukungnya dan 35 negara lain memilih abstain.
(ian)
Berita Terkait
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
5 Alasan Donald Trump...
5 Alasan Donald Trump Tak Akan Pernah Membela Palestina
3 Kebijakan Kontroversial...
3 Kebijakan Kontroversial Donald Trump yang Dianggap Anti-Palestina
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Dilema, Bela Qatar atau Israel
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Donald Trump: Tidak...
Donald Trump: Tidak Ada yang Mengusir Rakyat Palestina dari Gaza
Berita Terkini
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
55 menit yang lalu
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
5 jam yang lalu
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
6 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
7 jam yang lalu
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
8 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved