Badai Mematikan Hantam Belanda dan Jerman, 6 Tewas

Jum'at, 19 Januari 2018 - 01:21 WIB
Badai Mematikan Hantam...
Badai Mematikan Hantam Belanda dan Jerman, 6 Tewas
A A A
AMSTERDAM - Sedikitnya tiga orang tewas di Belanda dan Jerman akibat angin kencang menumbangkan pohon, menghempaskan truk-truk di jalan dan memaksa ratusan penerbangan dibatalkan.

Bandara Schiphol Amsterdam sempat menghentikan lalu lintas udara pada hari Kamis (18/1/2018) karena hembusan angin sampai 140 kph tercatat di sepanjang pantai.

Sedikitnya 260 penerbangan dibatalkan dan jatuhnya genteng menyebabkan penutupan terminal bandara. Layanan kereta api nasional dan banyak layanan trem dan bus dihentikan setelah peringatan cuaca tertinggi dikeluarkan.

Polisi mengatakan tiga orang tewas akibat pohon atau reruntuhan dalam insiden terpisah seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/1/2018).

Di Rotterdam, sebuah kontainer terguling dan seluruh atap merobek rumah.

Bandara Schiphol kemudian mengatakan beberapa penerbangan akan dilanjutkan saat badai tersebut bergerak ke daratan, namun akan ada penundaan yang parah.

Di Jerman, seorang pria berusia 59 tahun tewas oleh pohon tumbang di Emmerich dekat perbatasan Belanda, kata seorang juru bicara kota. Sementara itu seorang sopir truk berusia 68 tahun tewas dalam kecelakaan akibat badai di Lippstadt, Jerman barat, kata polisi.

Di Bad Salzungen, Jerman, seorang pemadam kebakaran berusia 28 tahun terbunuh saat sebuah pohon jatuh menimpa dirinya saat mencoba membantu seorang wanita yang telah terjebak dalam mobilnya oleh pohon tumbang, kata pemerintah distrik tersebut.

Di North Rhine-Westphalia (NRW), negara berpenduduk paling padat di Jerman, 41 orang terluka dalam kecelakaan lalu lintas terkait cuaca, kata polisi.

Sekitar 100.000 orang di NRW dan di negara bagian utara Lower Saxony dibiarkan tanpa listrik, juru bicara perusahaan energi Westnetz mengatakan.

Dia mengatakan perusahaan tersebut berharap bisa mengembalikan daya dalam hitungan jam, asalkan badai tersebut tidak menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Operator kereta api Jerman Deutsche Bahn mengatakan telah menghentikan hampir semua layanan kereta api jarak jauh karena badai dan gangguan yang signifikan diperkirakan terjadi lagi pada hari ini.

Kereta regional juga dihentikan di Jerman utara dan timur dan beberapa daerah lainnya, kata sebuah pernyataan.

Dalam sebuah pernyataan, operator kereta api mengatakan hanya sejumlah kereta yang beroperasi di rute internasional. Dikatakan telah mengirim kru darurat untuk mengatasi kerusakan akibat badai.

Beberapa jembatan dan beberapa ruas jalan ditutup di NRW. Di Munich, delapan penerbangan domestik Lufthansa dibatalkan, kata operator bandara tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Seminggu Banjir Eropa,...
Seminggu Banjir Eropa, Lebih dari 150 Orang Masih Hilang
Menang Comeback, Jerman...
Menang Comeback, Jerman Bungkam Belanda 2-1
Negara-negara Eropa...
Negara-negara Eropa yang Tidak Mengakui Palestina
Turki Tuduh Barat Kobarkan...
Turki Tuduh Barat Kobarkan Perang Psikologis
MotoGP Jerman, Belanda...
MotoGP Jerman, Belanda dan Finlandia Resmi Dibatalkan
4 Kota Paling Sehat...
4 Kota Paling Sehat di Dunia, Nomor 3 Warganya Paling Panjang Umur
Berita Terkini
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
27 menit yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
40 menit yang lalu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
58 menit yang lalu
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
3 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
4 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
4 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved