Media Korut Ledek Trump soal Tombol Nuklir: Gejala Orang Gila

Selasa, 16 Januari 2018 - 17:33 WIB
Media Korut Ledek Trump...
Media Korut Ledek Trump soal Tombol Nuklir: Gejala Orang Gila
A A A
PYONGYANG - Media yang dikelola pemerintah Korea Utara (Korut) meledek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyombongkan tombol nuklir merah dan besar yang sejatinya tidak berwujud seperti itu. Media Pyongyang itu menganggap retorika tersebut sebagai “gejala orang gila”.

Dalam laporan editorialnya, surat kabar Rodong Sinmun mencantumkan tweet Presiden Trump yang berbunyi; ”Saya juga memiliki Tombol Nuklir, tapi ini jauh lebih besar dan lebih kuat daripada dia (milik Kim Jong-un), dan Tombol saya bekerja!”

Tweet tersebut sebagai gejala orang gila,” tulis Rodong Sinmun, Selasa (16/1/2018).

“Gejala pada Trump di tahun baru ini mencerminkan keadaan mental seorang pecundang yang putus asa yang gagal untuk memeriksa kemajuan tentara dan rakyat DPRK yang kuat,” lanjut editorial yang menggunakan akronim untuk nama resmi Korea Utara, Democratic People's Republic of Korea.

”Dia membuat gertakan hanya untuk didiagnosis sebagai psikopat,” sambung editorial tersebut dengan diksi hinaan.

Komentar keras seperti itu sudah biasa bagi media Korea Utara. Tapi, Trump juga kerap meladeni dengan melontarkan hinaan balik, seperti pernah menyebut pemimpin Korut Kim Jong-un sebagai “little rocket man”.

Retorika tombol nuklir sebenarnya bermula dari pidato Tahun Baru Kim Jong-un. Pemimpin Korut itu awalnya mengatakan, tombol nuklir selalu ada di mejanya dan seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan senjatanya.

“Ini adalah kenyataan, bukan ancaman,” kata Kim saat itu.

Ancaman Kim itulah yang memicu balasan dari Trump, meski dianggap berlebihan. Alasannya, metafora tombol nuklir yang disebut Trump “besar” itu sebenarnya tidak pernah ada.

Kode perintah serangan nuklir Presiden AS yang dikenal sebagai “Nuclear Football” berwujud tas kerja yang di dalamnya berisi tombol-tombol perintah yang terhubung dengan eksekutor serangan nuklir Pentagon. Tas kerja itu dibawa para perwira Pentagon yang selalu mengikuti Trump kemana pun dia pergi.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved